Saham PT Petrosea Tbk (PTRO) sempat meroket 17% di awal sesi I perdagangan Selasa (26/5/2026).
Sementara itu kemudian kenaikannya terbendung. Di sekitar pukul 14.30 WIB saham emiten konglomerat Prajogo Pangestu ini naik 4,47% ke Rp3.740.
Ringkasnya, sudah sebanyak 106 juta saham Petrosea diperdagangkan, frekuensi 35.528 kali, dan nilai transaksi Rp417 miliar.
Saham Petrosea berbalik arah sesudah pada perdagangan pada Senin (25/5/2026) memerah 4,53%.
Ringkasnya, pilarmas Investindo Sekuritas membidik saham PTRO sebagai salah pilihan untuk sesi II hari ini dengan support dan resistance 3.480 - 4.250.
Sebelum itu, Head of Research KISI Sekuritas Muhammad Wafi menilai, pelemahan saham-saham grup Prajogo Pangestu dipengaruhi faktor technical selling & passive outflow pasca pengumuman MSCI rebalancing index.
“Tekanan jangka pendek masih mungkin berlanjut sampai proses rebalancing selesai. Tapi untuk jangka lebih panjang, arahnya diproyeksikan ditentukan fundamental, likuiditas, dan kemampuan emiten jaga pertumbuhan bisnis,” kata dia kepada Investor Daily, Rabu (13/5/2026).
Wafi memperkirakan, emiten-emiten Prajogo Pangestu akan menjalankan berbagai strategi penyelamatan bagi saham-sahamnya. “Saya rasa, langkah yang kemungkinan dilakukan Grup Prajogo adalah memperkuat story fundamental dan meningkatkan market confidence. Misalnya melalui ekspansi bisnis, menjaga pertumbuhan earnings, memperbesar free float/liquidity, hingga memperkuat komunikasi ke investor institusi global,” ujar dia.
Wafi menekankan, market sekarang cenderung lebih selektif, jadi narasi saja tidak cukup tanpa pembuktian kinerja yang konsisten.
Ringkasnya, di sisi lain, dia mengakui bahwa nama besar Prajogo Pangestu masih kuat sebagai market mover dan sentiment driver, terutama karena track record dalam membangun bisnis energi, petrokimia, dan energi baru terbarukan (EBT).
“Tetapi efektivitasnya untuk mengangkat saham kini tidak sebesar dulu. Karena market mulai lebih fokus ke valuasi dan sustainability earnings. Jadi, premium valuation ke depan kemungkinan lebih terbatas dibandingkan fase euforia sebelum itu,” tutur dia.
Ringkasnya, editor: Theresa Sandra Desfika
Ringkasnya, follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Ringkasnya, baca Berita Lainnya di Google News
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

