Samuel Sekuritas Indonesia menjalankan perubahan kepemilikan saham PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk (NSSS) melalui transaksi repo pada 13 Juli 2026. Berdasarkan laporan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), kepemilikan saham perusahaan sekuritas tersebut turun dari 8,668 miliar saham menjadi 8,442 miliar saham.
Dalam laporan tersebut, Samuel Sekuritas tercatat menjalankan penjualan sebanyak 455.492.900 saham NSSS di harga Rp555 per saham. Transaksi tersebut dilakukan untuk pencairan repo. Selain itu, perseroan juga membeli 228.714.900 saham NSSS di harga Rp600 per saham untuk penempatan repo.
Nilai transaksi penjualan menyentuh sekitar Rp252,80 miliar. Sementara nilai pembelian tercatat sekitar Rp137,23 miliar. Dengan demikian, total nilai kedua transaksi tersebut menyentuh sekitar Rp390,03 miliar.
Samuel Sekuritas juga melaporkan hak suara atas kepemilikan saham NSSS mengalami pelemahan dari 36,42% berubah menjadi 35,47% sesudah transaksi tersebut.
Ringkasnya, dalam laporan yang ditandatangani pada 13 Juli 2026 itu, Samuel Sekuritas menyatakan transaksi dilakukan secara langsung dan bukan dalam kapasitas sebagai pemegang saham pengendali.
Ringkasnya, harga Transaksi di Bawah Penutupan Saham
Berdasarkan data perdagangan, saham NSSS ditutup terangkat Rp15 atau 2,14% ke level Rp715 per saham pada perdagangan Senin (13/7/2026).
Ringkasnya, dengan demikian, harga penjualan repo di Rp555 berada Rp160 atau sekitar 22,38% di bawah harga penutupan. Sementara harga pembelian repo di Rp600 juga lebih rendah Rp115 atau sekitar 16,08% dibanding harga penutupan.
Saham NSSS pada hari itu bergerak dalam rentang Rp665 hingga Rp715 per saham, dengan volume perdagangan menyentuh 8,35 juta saham dan nilai transaksi sebesar Rp5,85 miliar.
Ringkasnya, laporan perubahan kepemilikan saham tersebut disampaikan Samuel Sekuritas Indonesia kepada OJK pada 13 Juli 2026 sesuai ketentuan POJK Nomor 4 Tahun 2024 tentang Laporan Kepemilikan atau Perubahan Kepemilikan Saham Perusahaan Terbuka.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

