PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) menyiapkan strategi operasional dan ekspansi untuk menjaga pertumbuhan hingga akhir 2026. Kinerja kuartal I-2026 berubah menjadi pijakan penguatan eksekusi bisnis.
Melansir kinerja per Maret 2026, SSMS membukukan pendapatan sebesar Rp3,52 triliun. Dari sisi bottom line, laba periode berjalan SSMS menyentuh Rp357,81 miliar atau meningkat 1,54% secara tahunan.
Ringkasnya, segmen minyak dan lemak nabati berkontribusi Rp3,38 triliun. Segmen perkebunan menyumbang Rp141,69 miliar dan produk sampingan seperti cangkang, fiber, dan bungkil menyumbang Rp14,10 miliar.
Baca Juga: Rupiah Tertekan dan Yield SRBI Mengalami kenaikan pada Awal Mei, Dibayangi Sentimen Global
Direktur Utama Sawit Sumbermas Sarana Jap Hartono menuturkan, SSMS fokus pada peningkatan produktivitas dan efisiensi operasional. Strategi diarahkan pada optimalisasi kebun serta peningkatan kinerja pabrik.
Manajemen SSMS menilai fundamental industri sawit nasional masih solid seiring kebijakan biodiesel. Apalagi, adanya implementasi B40 menopang permintaan domestik dan menjaga stabilitas pasar.
โKinerja 2026 masih positif ditopang permintaan domestik dan global. Strategi difokuskan pada produktivitas kebun, peningkatan oil extraction rate (OER) serta ekspansi anorganik,โ jelasnya dalam keterangan resmi, Senin (4/5/2026).
Jap menuturkan peningkatan OER menjadi fokus untuk mendukung margin. Menurutnya, dengan peningkatan OER maka tercipta efisiensi biaya yang akan berdampak langsung terhadap profitabilitas.
Baca Juga: IHSG Meroket 1,2% ke 7.041,2 di Pagi Ini (4/5), Top Gainers LQ45: BRPT, INKP, CPIN
Tak hanya itu, SSMS juga diproyeksikan melanjutkan ekspansi anorganik pasca akuisisi PT Sawit Mandiri Lestari (SML) pada 2025. Jap bilang langkah ini memperkuat kapasitas produksi dan skala usaha.
โEkspansi dilakukan secara selektif untuk menjaga pertumbuhan sementara itu disiplin keuangan tetap menjadi prioritas kami,โ katanya.
SSMS juga memperkuat integrasi bisnis melalui PT Citra Borneo Utama Tbk (CBUT). Strategi ini meningkatkan efisiensi rantai pasok dan mendorong hilirisasi. Berdasarkan Jap, integrasi bisnis meningkatkan nilai tambah produk.
Tinjau Berita dan Artikel yang lain di Google News
Catatan: aksi korporasi semacam ini perlu dilihat dampaknya terhadap laporan keuangan berikutnya โ apakah menambah kontribusi pendapatan, atau justru menambah beban utang dan bunga.

