JAKARTA, investor.id — PT Segar Kumala Indonesia Tbk (BUAH) akan menyalurkan dividen final sebesar Rp25 miliar kepada para pemegang saham.
Pembagian dividen tersebut telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST). Keputusan ini menggenapkan dividen perseroan untuk tahun buku 2025 menjadi Rp50 miliar, menyusul pembagian dividen interim sebesar Rp25 miliar yang telah direalisasikan sebelum itu pada tahun yang sama.
Perseroan terus berupaya mempertahankan fundamental bisnisnya di tengah bayang-bayang ketidakpastian geopolitik global dan tantangan daya akumulasi masyarakat.
Langkah pembagian dividen ini menjadi bukti komitmen perseroan dalam menjaga kepercayaan para shareholder ditengah situasi pasar lokal maupun global yang dinamis. Selain itu, pada sesi paparan publik yang digelar perseroan, manajemen perseroan memaparkan bahwa BUAH mampu membukukan tren positif berupa kenaikan pendapatan yang konsisten.
Pertumbuhan ini terbilang impresif mengingat industri kini tengah dihadapkan pada fluktuasi ekonomi makro dan tren konsumen yang beralih pada smart spending.
Ringkasnya, direktur Utama PT Segar Kumala Indonesia Tbk (BUAH) Renny Lauren Selaku memaparkan bahwa kunci dari kenaikan pendapatan tersebut terletak pada fokus perseroan yang menghindari spekulasi pada produk-produk unconventional.
Ringkasnya, bUAH memilih untuk mengoptimalkan pola konsumsi riil masyarakat yang ada serta memastikan ketersediaan pasokan, dan memaksimalkan potensi penetrasi di berbagai daerah.
Ditengah banyak perusahaan memilih bersikap difrensif ditengah dinamika pasar, BUAH masih melangkah maju dengan terus menjalankan rencana ekspansi.
Perseroan memastikan alokasi belanja modal (Capex) di tahun 2026 diproyeksikan masih terserap untuk memperkuat infrastruktur rantai pendingin (cold chain) dan pembukaan cabang baru.
“Kendati demikian, kami menekankan bahwa strategi ekspansi ini dieksekusi dengan prinsip kehati-hatian (prudence) yang sangat ketat. Pembukaan cabang baru tidak dilakukan secara agresif tanpa perhitungan, melainkan kami terus menjalankan perencanaan yang terukur dan adaptif pada lokasi-lokasi strategis yang menjanjikan dan menyalurkan potensi nilai investasi yang baik,” tambah Renny.
Dengan mengedepankan pendekatan prudent growth atau pertumbuhan yang terukur, BUAH optimistis dapat menjalankan mitigasi terhadap dampak dari dinamika global seperti fluktuasi mata uang dan potensi kenaikan biaya logistik.
Perseroan yakin dengan strategi yang telah dirancang ini tidak hanya akan mengamankan pendapatan, sementara itu juga dapat membawa nilai laba bersih (net profit margin) perseroan ke level yang lebih solid ditahun buku 2026.
Ringkasnya, editor: Erta Darwati
Ringkasnya, follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Ringkasnya, baca Berita Lainnya di Google News
Catatan: pastikan Anda mencatat tanggal cum-dividen dan recording date. Harga saham biasanya menyesuaikan (turun) pada ex-date sebesar nilai dividen. Selalu verifikasi tanggal pembayaran melalui keterbukaan informasi di IDX.

