PT Anabatic Technologies Tbk (ATIC) menggelar aksi korporasi melalui penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu III (PMHMETD III) atau penerbitan hmetd. Perseroan menawarkan sebanyak 578.840.338 saham baru.
Jumlah tersebut setara 25% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah penerbitan hmetd. Saham baru ini memiliki nilai nominal Rp100 per saham. Manajemen menetapkan harga pelaksanaan Rp500 setiap saham.
Melalui aksi ini, ATIC menargetkan penerimaan dana Rp289,42 miliar. Rasio yang ditetapkan adalah 4:1. Setiap pemegang 4 saham lama berhak atas 1 HMETD.
Dana hasil penerbitan hmetd akan digunakan untuk membayar sebagian pokok Obligasi Konversi Anabatic Tahun 2018 kepada TIS Inc. Selain dana ini, ATIC akan memakai fasilitas kredit bank dan kas internal untuk melunasi total kewajiban obligasi tersebut.
“Saham baru hasil PMHMETD III ini adalah saham yang memiliki hak yang sama dan sederajat terhadap saham lainnya yang telah disetor penuh dalam Perseroan,” tulis manajemen ATIC dalam prospektusnya, dikutip Kamis (2/7/2026).
TIS Inc. selaku pemegang saham utama dengan kepemilikan 37,30% menyatakan tidak diproyeksikan melaksanakan haknya. Sementara itu, PT Artha Investama Jaya (28,69%) mengalihkan seluruh haknya kepada beberapa pihak.
Ringkasnya, pihak penerima dialihkan kepada PT Inti Global Resource Indonesia (IGRI) sebanyak 72,66 juta saham. Selain itu, dialihkan kepada Sukemi Kasim dan Yuliana Tan masing-masing 34,92 juta saham. Frieda Lukman juga menerima pengalihan sebanyak 23,59 juta saham.
Jika saham baru tidak seluruhnya diambil, sisa saham diproyeksikan dialokasikan kepada pemegang HMETD lain yang memesan lebih besar dari haknya. IGRI, Sukemi, Yuliana, dan Frieda diproyeksikan bertindak sebagai pembeli siaga. Masing-masing berkomitmen mengambil 25% dari jumlah sisa saham.
Handoko Anindya Tanuadji sebagai pemegang saham pengendali diproyeksikan mengambil 20 juta saham dari porsi haknya. Sisa hak miliknya sebanyak 39,68 juta saham dialihkan kepada IGRI.
Pemegang saham yang tidak mengeksekusi haknya akan terkena dilusi kepemilikan. Persentase dilusi maksimal menyentuh 20% dari kepemilikan semula.
Ringkasnya, berdasarkan jadwal, pernyataan pendaftaran telah efektif pada 30 Juni 2026. Tanggal daftar pemegang saham yang berhak atas HMETD (recording date) jatuh pada 10 Juli 2026 pukul 16.00 WIB.
Periode perdagangan dan pelaksanaan HMETD berlangsung pada 14-20 Juli 2026. Distribusi saham hasil penerbitan hmetd dijadwalkan pada 16-22 Juli 2026. Tanggal penjatahan pemesanan saham tambahan dilakukan pada 23 Juli 2026.
Ringkasnya, aTIC juga menginformasikan risiko utama usaha terkait implementasi sistem integrasi. Risiko ini muncul jika ada perubahan desain dari pelanggan yang menambah waktu pengerjaan dan sumber daya.
Ringkasnya, pihak yang terlibat dalam aksi ini antara lain Akuntan Publik Purwanto Susanti dan Surja (Ernst & Young Global Limited). Konsultan hukum adalah Tjager, Ruru dan Rekan. Utiek R. Abdurachman S.H., MLI., MKn. bertindak sebagai notaris. Camelia Suryana Bong menjabat sebagai Corporate Secretary ATIC.
Catatan: rights issue berpotensi mengakibatkan dilusi bagi pemegang saham lama yang tidak ikut serta. Perhatikan harga pelaksanaan dan rasio HMETD sebelum memutuskan.

