Para pemegang saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar Rabu (10/6/2026) menyetujui rencana pembagian total dividen tunai tahun buku 2025 senilai Rp5,05 triliun atau setara 70% dividend payout ratio (DPR).
Persentase DPR ini lebih rendah dibandingkan dengan DPR ANTM tahun sebelum itu yang menyentuh 100%.
Ringkasnya, dalam laporan Stockbit Sekuritas, jumlah tersebut mengindikasikan nominal dividen sekitar Rp210 per saham. Mengacu harga penutupan pasar pada Rabu (10/6) di level Rp2.750 per saham, maka yield dividen ANTM ada di kisaran 7,6%.
Baca Juga: Harga Emas Antam (9/6) Mengalami pelemahan, Selisih Spread Capai Rp206.000 per Gram
ANTM sendiri membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp7,21 triliun pada 2025. Selain untuk dividen, sebanyak Rp2,16 triliun dari laba bersih tersebut berencana ditetapkan sebagai saldo laba ditahan.
Sepanjang 2025, ANTM membukukan pendapatan Rp84,64 triliun, naik 22% dibandingkan tahun sebelum itu sebesar Rp69,19 triliun. Sebanyak 96% pendapatan atau Rp81,10 triliun berasal dari pasar domestik.
Laba tahun berjalan meroket 106% menjadi Rp7,92 triliun dari Rp3,85 triliun pada 2024. Sementara itu, EBITDA meningkat 56% menjadi Rp10,51 triliun dan laba usaha meroket 180% menjadi Rp8,40 triliun.
Sebelum itu, Direktur Utama ANTM Untung Budiharto menuturkan capaian tersebut memperkuat posisi ANTM sebagai perusahaan pertambangan mineral terintegrasi yang berorientasi pada penciptaan nilai jangka panjang.
โKinerja 2025 memperkuat posisi ANTM sebagai perusahaan pertambangan mineral terintegrasi yang mampu menyalurkan kontribusi berkelanjutan bagi pemegang saham, pemangku kepentingan, dan pembangunan industri nasional,โ ujar Untung dalam keterbukaan informasi.
Ringkasnya, baca Juga: Harga Emas Antam (7/6) Stagnan, Spread Bertahan Lebar di Rp207.000 per Gram
Dari sisi neraca, total aset ANTM meningkat 18% menjadi Rp52,53 triliun, sementara ekuitas meningkat 14% menjadi Rp36,60 triliun. Arus kas operasi juga naik 53% menjadi Rp5,62 triliun, sementara posisi kas dan setara kas meroket 77% menjadi Rp8,43 triliun.
Segmen emas masih berubah menjadi penyumbang terbesar pendapatan perusahaan dengan kontribusi sekitar 79%. Pendapatan segmen ini mengalami kenaikan 15% berubah menjadi Rp66,47 triliun, didukung penjualan emas sebanyak 37.365 kilogram seiring tingginya permintaan domestik terhadap instrumen lindung nilai.
Segmen nikel menyumbang Rp14,85 triliun atau 18% dari total pendapatan, meningkat 56% dibandingkan tahun sebelum itu. Produksi bijih nikel menyentuh 16,11 juta wet metric ton (wmt), naik 62%, sementara penjualan meroket 75% menjadi 14,58 juta wmt. Capaian tersebut menjadi yang tertinggi dalam lebih dari satu dekade terakhir.
Sementara itu, segmen bauksit dan alumina membukukan pendapatan Rp2,92 triliun atau naik 62% secara tahunan. Produksi bauksit meroket 112% menjadi 2,83 juta wmt dan penjualannya naik 157% menjadi 1,89 juta wmt, keduanya menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah perusahaan.
Baca Juga: Harga Emas Antam (6/6) Mengalami pelemahan Rp32.000, Spread Melebar hingga Rp207.000 per Gram
ANTM juga membukukan produksi chemical grade alumina (CGA) sebesar 181.690 ton dan penjualan 179.828 ton, yang menjadi level tertinggi sejak fasilitas tersebut beroperasi.
Tinjau Berita dan Artikel yang lain di Google News
Catatan: pastikan Anda mencatat tanggal cum-dividen dan recording date. Harga saham biasanya menyesuaikan (turun) pada ex-date sebesar nilai dividen. Selalu verifikasi tanggal pembayaran melalui keterbukaan informasi di IDX.

