PT Yulie Sekuritas Indonesia Tbk (YULE) masih memiliki pekerjaan rumah. Perusahaan ini harus melepas kembali sisa saham hasil pembelian kembali atau pembelian kembali saham.
Hingga periode 30 Juni 2026, YULE masih mengantongi sisa saham pembelian kembali saham sebanyak 197.713.200 lembar. Jumlah ini setara dengan 197,71 juta lembar saham yang belum dialihkan ke pasar.
Agustinus Sumandar, Direktur secara bersamaan Corporate Secretary YULE, menyatakan laporan tersebut kepada otoritas pasar modal. Laporan ini merujuk pada ketentuan regulator mengenai perkembangan pengalihan saham hasil pembelian kembali saham.
Ringkasnya, โLaporan ini dalam rangka memenuhi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 29 Tahun 2023 tentang Pembelian Kembali Saham yang dikeluarkan oleh Perusahaan Terbuka,โ ujar Agustinus, dikutip Rabu (1/7/2026).
Berdasarkan data perusahaan, total saham yang wajib dialihkan kembali menyentuh 286.184.100 lembar. Saham-saham tersebut dibeli perusahaan pada periode Maret hingga April 2020. Saat itu, harga rata-rata pembelian berada di level Rp190,6 per saham.
Hingga kini, akumulasi saham yang sudah berhasil dijual kembali berjumlah 88.470.900 lembar. Dari hasil penjualan tersebut, YULE berhasil meraup dana total senilai Rp189.253.633.000 atau sekitar Rp189,25 miliar.
Sementara itu, sepanjang periode Januari hingga Juni 2026, YULE tercatat tidak menjalankan transaksi penjualan saham pembelian kembali saham. Data pada laporan menunjukkan angka nol untuk penjualan di periode tersebut.
Belum ada informasi mengenai kapan YULE akan menjual sisa 197,71 juta lembar saham tersebut ke publik.
Ringkasnya, perusahaan memastikan tidak ada kerugian dari proses pengalihan saham yang sudah dilakukan sejauh ini. Seluruh data ini telah disampaikan kepada Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

