Rudi Sutantra, salah satu seorang Komisaris secara bersamaan pemegang saham pengendali PT Atlantis Subsea Indonesia Tbk (ATLA) menambah kepemilikan dengan mengakumulasi sebanya 2.000.000 lembar saham perusahaan tersebut pada 25 Juni 2026.
Berdasarkan laporan perubahan kepemilikan saham yang disampaikan Manajemen Perseroan ke BEI, Senin 29 Juni 2026, Rudi Sutantra membeli saham ATLA pada harga Rp50 per saham bernilai Rp10 juta. Tujuan transaksi adalah menambah investasi dengan kepemilikan langsung.
Sebelum transaksi, Rudi Sutantra menggenggam saham ATLA sebanyak 2.709.254.200 unit atau setara dengan 43,70%. Setelah dilakukan transaksi, kepemilikan Rudi Sutantra atas saham ATLA naik ke 2.711.254.200 unit atau setara 43,73% saham.
Ditinjau dari sisi keuangan, ATLA membukukan penurunan kinerja sepanjang Januari-Maret 2026, Laba Perseroan terjungkal 40,94% menjadi Rp621 juta pada kuartal I 2026 dibanding Rp1,051 miliar pada kuartal I 2025. Pernurunan laba tersebut disebabkan oleh penjualan bersih ATLA yang merosot 31,62% jadi Rp16,44 miliar pada kuartal I 2026, dari Rp24,05 miliar kuartal I 2025.
Hingga pukul 11.02 WIB perdagangan sesi I di Bursa Efek Indonesia, Senin 29 Juni 2026, saham ATLA tercatat stagnan di Rp50 per unit. Jika dibandingkan antara harga 29 Mei 2026 senilai Rp1.720 terhadap penutupan kemarin, saham ATLA juga terkunci di Rp50 per unit.
Ringkasnya, pT Atlantis Subsea Indonesia Tbk (ATLA) adalah perusahaan yang didirikan pada tahun 2016. Perusahaan tersebut menyediakan dukungan dan solusi spesialis multi-disiplin global untuk sektor minyak dan gas, energi dan energi terbarukan, serta infrastruktur kelautan.
Perusahaan tersebut juga telah bekerja sama dengan perusahaan mitra di berbagai negara untuk menjalankan survei dan studi kelautan di seluruh dunia.
Catatan: aksi korporasi semacam ini perlu dilihat dampaknya terhadap laporan keuangan berikutnya โ apakah menambah kontribusi pendapatan, atau justru menambah beban utang dan bunga.

