Manajemen PT Hatten Bali Tbk (WINE) menargetkan penjualan bersih senilai Rp300,3 miliar pada tahun 2026, mengalami kenaikan sekitar 5% dibandingkan realisasi penjualan Rp286 miliar pada tahun 2025.
Manajemen WINE dalam materi paparan publik yang disampaikan ke BEI, Selasa 10 Juni 2026 menuturkan, Perseroan akan memperluas distribusi di luar Bali melalui penambahan sub-distributor dan penguatan pemasaran digital.
Selain itu, juga diproyeksikan dilakukan pembukaan Cellardoor di Jakarta berubah menjadi langkah Perseroan untuk memperluas brand awareness dan menjangkau konsumen wine di salah satu wilayah dengan potensi pasar yang besar di Indonesia.
โPerseroan diproyeksikan mengembangkan produk baru untuk memperkuat portofolio produk dan mengikuti tren dan prefensi pasar,โ kata Manajemen WINE.
Ringkasnya, di samping itu, manajemen Perseroan bertekad menjaga profitabilitas melalui efisiensi biaya, peningkatan operasional, dan penguatan hubungan dengan pelanggan serta mitra usaha, serta memperluas kerjasama dengan mitra strategis di sektor pariwisata, ritel, dan hospitality.
Hingga kuartal I 2026, NASI membukukan penjualan bersih sebesar Rp58,21 miliar, naik tipis 0,96% dibanding Rp57,65 miliar pada periode sama 2025. Manajemen Berhasil menekan turun beban pokok penjualan sebesar 9,86% menjadi Rp36,41 miliar pada kuartal I 2026, dari Rp33,13 miliar pada kuartal I 2025.
Sementara itu, laba kotor Perseroan turun 11,07% jadi Rp21,79 miliar pada kuartal I 2026 dibanding Rp24,51 miliar pada kuartal I 2025. Setelah dikurangi beban usaha dan beban lain-lain, WINE membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp7,22 miliar pada kuartal I 2026, turun 29,84%, dari Rp10,28 miliar pada kuartal I 2025.
Adapun laba bersih WINE yang berpotensi diatribusikan kepada pemilik entitas induk senilai Rp5,25 miliar pada kuartal I 2026. Nilai laba Perseroan tersebut mengalami pelemahan senilai 34,32% jika dibandingkan Rp7,99 miliar pada kuartal I 2025.
Dari sisi neraca keuangan, WINE memiliki total aset senilai Rp447,46 miliar per Maret 2026, mengalami pelemahan 1,18% dari Rp452,84 miliar per Desember 2025. Adapun jumlah liabilitas dan ekuitas Perseroan, masing-masing senilai Rp103,685 miliar dan Rp343,78 miliar per Maret 2026.
Ringkasnya, seperti diketahui, PT Hatten Bali Tbk (WINE) adalah perusahaan yang memproduksi minuman anggur yang berlokasi di Bali. Perusahaan didirikan oleh Ida Bagus Rai Budarsa pada tahun 1994. Perusahaan tersebut memproduksi 10 jenis anggur.
Produksi anggur Perseroan dimulai dengan anggur rosรฉ yang dibuat dari varietas anggur warisan Bali, Alphonse Lavallรฉe, serta anggur merah dan putih lainnya. Kebun anggur perusahaan tersebut terletak di desa Seririt dan Sanggalangit, sementara lokasi pembuatan anggur berada di Sanur, Bali Selatan. (konrad)
Catatan: aksi korporasi semacam ini perlu dilihat dampaknya terhadap laporan keuangan berikutnya โ apakah menambah kontribusi pendapatan, atau justru menambah beban utang dan bunga.

