Manajemen PT Wahana Inti Makmur Tbk (NASI) menargetkan penjualan bersih senilai Rp66 miliar pada tahun 2026, mengalami kenaikan sekitar 10,7% dibandingkan realisasi penjualan Rp59,63 miliar pada tahun 2025.
Manajemen NASI dalam materi paparan publik yang disampaikan ke BEI, Senin 01 Juni 2026 menuturkan, Perseroan akan terus memperkuat kemitraan dengan para pemasok dan inovasi produk guna menyentuh target tersebut pada tahun berjalan.
Selain itu, Perseroan juga diproyeksikan memperkuat kinerja penjualan pada segmen beras umum (premium dan medium), sebagai bagian dari sinergi dengan program pemerintah guna memperbaiki tata kelola dan kondisi perberasan nasional.
Manajemen Perseroan juga akan terus menjalankan inovasi produk, penguatan pemasaran, dan pengembangan jaringan distribusi guna meningkatkan pangsa pasar pada segmen beras khusus dan beras sehat. โPerseroan juga mulai menjajaki pengembangan usaha pada komoditas pangan baru selain beras,โ kata Manajemen NASI dalam paparannya.
Di samping itu, Perseroan berencana memperluas basis pelanggan dan menjalankan ekspansi yang lebih luas ke segmen pasar tradisional (General Trade) dan horeka (hotel, restoran, dan kafe), serta meningkatkan penetrasi ke segmen pasar modern (Modern Trade). Bahkan Perseroan berencana meningkatan efisiensi di bagian produksi dan operasional guna mendorong penjualan maupun laba tahun berjalan.
Hingga kuartal I 2026, NASI membukukan penjualan bersih sebesar Rp8,65 miliar, turun 57,54% dibanding Rp20,37 miliar pada periode sama 2025. Seiring penjualan, Manajemen berhasil menekan turun beban pokok penjualan sebesar 62,20% jadi Rp6,48 miliar pada kuartal I 2026, dari Rp17,16 miliar kuartal I 2025.
Sementara itu, laba kotor Perseroan turun 32,57% jadi Rp2,16 miliar pada kuartal I 2026 dibanding Rp3,21 miliar pada kuartal I 2025. Setelah dikurangi beban usaha dan beban lain-lain, NASI menderita rugi sebelum pajak sebesar Rp644 juta pada kuartal I 2026. Di periode sama 2025, Perseroan laba sebelum pajak Rp25 juta.
PT Wahana Inti Makmur Tbk (NASI) adalah produsen dan pemasok beras di Tangerang, Banten, dengan pabrik di Karawang, Jawa Barat. Perusahaan telah mengadopsi sistem pertanian plasma sejak tahun 2015, untuk tujuan menyentuh proses produksi yang berkelanjutan dengan bekerja sama dengan petani lokal.
Ringkasnya, perusahaan menawarkan berbagai produk oleh petani lokal dan importir, seperti beras aromatik, beras sehat (beras merah, ketan, beras hitam), beras tarabas, beras medium grain, beras premium grade, dan beras private label. (konrad)
Catatan: aksi korporasi semacam ini perlu dilihat dampaknya terhadap laporan keuangan berikutnya โ apakah menambah kontribusi pendapatan, atau justru menambah beban utang dan bunga.

