PT Techno9 Indonesia Tbk (NINE), perusahaan yang kini tengah menjalankan transformasi strategis untuk memperluas ekspansi bisnisnya ke sektor pertambangan dan energi baik di skala nasional maupun regional, berencana penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Rapat tersebut dijadwalkan secara daring (online) pada tanggal 07 Mei 2026.
Penyelenggaraan RUPSLB ini menandai babak baru bagi Perseroan sesudah masuknya Poh Group sebagai pemegang saham pengendali. Adapun agenda utama yang diproyeksikan dibahas dalam pertemuan tersebut meliputi empat poin penting.
Pertama, persetujuan perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan. Kedua, persetujuan atas rencana Penambahan Modal Dengan Menyalurkan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD).
Ketiga, persetujuan perubahan Anggaran Dasar Perseroan, termasuk Pasal 4 ayat 2 sehubungan dengan peningkatan Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh. Keempat, pemberian wewenang dan kuasa kepada Direksi Perseroan untuk menjalankan segala tindakan sehubungan dengan pelaksanaan PMHMETD.
Ringkasnya, seiring dengan transisi bisnis dari fokus awal di bidang IT, NINE melihat peluang besar pada sektor energi di Indonesia.
Irwan Dharma Kusuma, Direktur NINE, menyatakan bahwa manajemen telah memetakan strategi jangka panjang Perusahaan untuk menjalankan transformasi NINE guna menyalurkan nilai tambah yang berkelanjutan bagi para pemegang saham.
“Kami melihat peluang besar bagi Techno9 di berbagai lini, mulai dari sektor pertambangan, energi, hingga produk hilirisasi bernilai tambah. Meskipun kami merambah sektor baru, kami masih diproyeksikan mempertahankan penggunaan teknologi bernilai tinggi (higher value IT services) dan menjajaki peluang lainnya,” ujar Irwan dalam keterangan resmi dikutip Kamis (30/4/2026).
Irwan menambahkan bahwa keunggulan kompetitif NINE terletak pada penggunaan teknologi. “Kami diproyeksikan mengimplementasikan teknologi milik sendiri (proprietary technologies) yang telah teruji secara komersial, termasuk pengembangan energi dari limbah (waste to energy) dan biomassa. Ini adalah komitmen kami terhadap keberlanjutan dan efisiensi operasional yang juga sejalan mendukung program Pemerintah dalam ketahanan energi,” katanya.
Sebagai bagian dari strategi jangka panjang, NINE fokus membangun pondasi keuangan yang sehat. Langkah krusial yang diambil adalah penyelesaian intensi Reverse Takeover (RTO) melalui injeksi bisnis pertambangan dan energi milik Poh Group ke dalam Techno9. Strategi ini diharapkan berpotensi meningkatkan profil aset dan profitabilitas Perseroan secara signifikan.
Ia menambahkan, NINE berencana untuk mendaftarkan aksi korporasi penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (penerbitan hmetd), yang bergantung pada persetujuan pemegang saham, guna mengintegrasikan aset-aset di Mongolia.
Perseroan memastikan langkah akuisisi aset ini tidak berdampak terhadap kas perseroan. “Tidak terdapat biaya tunai untuk mengakuisisi aset tambang Mongolia; aset tersebut diproyeksikan dimasukkan ke dalam perseroan melalui proses PMHMETD,” jelas Irwan.
Catatan: rights issue berpotensi mengakibatkan dilusi bagi pemegang saham lama yang tidak ikut serta. Perhatikan harga pelaksanaan dan rasio HMETD sebelum memutuskan.

