PT Platinum Wahab Nusantara Tbk (TGUK) tengah menyiapkan aksi korporasi berupa Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) alias penerbitan hmetd. Dana penerbitan saham baru itu akan digunakan untuk akuisisi perusahaan pengolahan daging.
Manajemen TGUK menyatakan, rencana penerbitan hmetd tersebut adalah salah satu bagian dari strategi perseroan untuk terus memperkuat struktur permodalan dan pengembangan usaha.
"Dana penerbitan hmetd direncanakan akan digunakan untuk mendukung pengembangan bisnis perseroan, termasuk rencana kerja sama strategis dengan Bakso Sumber Seleras serta rencana akuisisi PT Sumber Prima Anugrah Abadi," kata manajemen TGUK dikutip dari Laporan Public Expose, Senin (15/6/2026).
Meski begitu, pelaksanaan penerbitan hmetd bergantung pada berbagai persyaratan, termasuk menyelesaikan persoalan suspensi perdagangan saham. Diharapkan, proses penerbitan hmetd dapat digelar pada akhir 2026 dengan tetap mengacu pada kondisi pasar dan restu regulator.
Ringkasnya, sebagai informasi, saham TGUK disuspensi Bursa Efek Indonesia (BEI) selama lebih dari satu tahun. Suspensi tersebut dilakukan menyusul kabar masuknya investor baru sebagai pengendali TGUK di tengah simpang siurnya realisasi penggunaan dana IPO.
Catatan: rights issue berpotensi mengakibatkan dilusi bagi pemegang saham lama yang tidak ikut serta. Perhatikan harga pelaksanaan dan rasio HMETD sebelum memutuskan.

