Ringkasnya, pT Bank OCBC NISP Tbk. (NISP) telah merampungkan akuisisi PT OCBC Sekuritas Indonesia (PTOS) pada 13 Agustus 2026. Transaksi itu dilakukan guna membentuk Konglomerasi Keuangan OCBC Grup di Indonesia.
Dalam keterbukaan informasi, Direksi OCBC menyatakan bahwa penyelesaian pengambilalihan PTOS oleh perseroan, adalah kelanjutan dari Perjanjian Penjualan dan Pembelian Bersyarat (Conditional Sale and Purchase Agreement) tanggal 3 Juni 2026 antara Perseroan dan OCBC Ltd. Pada tanggal 12 Agustus 2026, Perseroan dan OCBC Ltd. telah menandatangani Akta Pengambilalihan.
OCBC Indonesia masing-masing dengan PT OCBC NISP Ventura dan PT Farnella Mandiri Utama telah menandatangani Akta Lepas Akumulasi Saham, dengan total nilai transaksi pengambilalihan PTOS tersebut sebesar Rp455,201 miliar. "Pengambilalihan atas PTOS oleh Perseroan dilakukan dalam rangka pembentukan Konglomerasi Keuangan OCBC Grup di Indonesia, di mana Perseroan berperan sebagai Perusahaan Induk Konglomerasi Keuangan (PIKK) dan PTOS sebagai anggota Konglomerasi Keuangan," jelas Direksi OCBC dalam keterbukaan informasi yang dikutip Jumat (14/8/2026). Setelah penyelesaian pengambilalihan, OCBC Indonesia secara langsung memiliki 99,9999% saham PTOS, dan oleh karenanya PTOS menjadi anak perusahaan terkendali perseroan.
Selain PTOS, OCBC Indonesia juga diproyeksikan PT mengakuisisi PT Great Eastern Life Indonesia (GELI). Ini diproyeksikan menjadikan Bank OCBC sebagai pengendali baru perusahaan asuransi jiwa tersebut.
Perseroan menerangkan bahwa pada 28 Juli 2026, OCBC NISP menerima informasi dari GELI bahwa Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menyetujui perubahan kepemilikan saham perusahaan asuransi tersebut. Dengan persetujuan tersebut, OCBC NISP resmi menjadi Pemegang Saham Pengendali (PSP) GELI.
Catatan: aksi korporasi semacam ini perlu dilihat dampaknya terhadap laporan keuangan berikutnya — apakah menambah kontribusi pendapatan, atau justru menambah beban utang dan bunga.

