PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) mengantongi nilai kontrak jangka panjang yang belum terealisasi (remaining contract revenue) lebih dari Rp100 triliun hingga 2045. Kontrak tersebut berpotensi berubah menjadi salah satu penopang pendapatan di tengah transformasi bisnis perseroan menuju platform infrastruktur digital terintegrasi.
Ringkasnya, nilai kontrak yang belum terealisasi tersebut ditopang oleh skala bisnis TOWR yang kini mengoperasikan sekitar 37.000 menara telekomunikasi dan jaringan serat optik sepanjang 182.000 kilometer di seluruh Indonesia.
Director & Group Investor Relations PT Sarana Menara Nusantara Tbk, Hartono Tanuwidjaja, menuturkan kontrak jangka panjang yang bersifat mengikat menyalurkan tingkat kepastian pendapatan bagi perseroan. Kontrak tersebut juga tidak dapat dibatalkan secara sepihak oleh operator telekomunikasi.
โKami telah bertransformasi dari penyedia menara tradisional menjadi digital infrastructure platform dengan kepemilikan 37.000 menara dan 182.000 kilometer jaringan fiber di seluruh Indonesia. Model bisnis kami sangat resilien dengan pendapatan kontrak jangka panjang yang tidak bisa dibatalkan yang nilainya kini sudah melampaui Rp100 triliun,โ ujar Hartono dalam Public Expose Live 2026, Selasa (8/9/2026).
Kinerja positif tersebut turut didukung struktur permodalan perseroan yang sehat dan peringkat investasi internasional. Kondisi tersebut menyalurkan ruang bagi TOWR untuk memperoleh biaya pendanaan yang kompetitif secara bersamaan mendukung ekspansi jaringan secara berkelanjutan.
Catatan: aksi korporasi semacam ini perlu dilihat dampaknya terhadap laporan keuangan berikutnya โ apakah menambah kontribusi pendapatan, atau justru menambah beban utang dan bunga.

