Tunggal Jaya Investama, salah satu pemegang PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) menambah porsi kepemilikan atau investasi dengan mengakumulasi sebanyak 3.797.700 saham perusahaan tersebut pada tanggal 7 dan 9 Juli 2026.
Ringkasnya, transaksi tersebut dilakukan Tunggal Jaya Investama sebanyak 19 kali melalui BEI pada kisaran harga Rp1.430-Rp1.590 per unit. Tujuan transaksi adalah menambah investasi dengan kepemilikan langsung atas saham emiten produsen bahan bangunan plastik tersebut.
Ringkasnya, dikutip dari laporan perubahan kepemilikan saham yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat 10 Juli 2026, Tunggal Jaya Investama melaporkan bahwa pihaknya telah memiliki saham Perusahaan terbuka dengan rincian sebagai berikut.
Ringkasnya, โPelaporan ini sesuai dengan Pasal Pasal 2 Ayat 2 Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor POJK POJK 4/2024 tentang Laporan Kepemilikan atau Perubahan Kepemilikan Saham Perusahaan Terbuka dan Aktivitas Menjaminkan Saham Perusahaan Terbuka,โ tulis Direksi Tunggal Jaya.
Setelah transaksi tersebut, kepemilikan Tunggal Jaya Investama atas saham IMPC naik ke 20.798.693.794 unit atau setara dengan 37,88%. Adapun sebelum transaksi, Tunggal Jaya Investama menggenggam 20.794.896.094 unit atau 37,87% saham.
Pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia, Jumat 10 Juli 2026, saham IMPC ditutup turun 1,39% jadi Rp1.420 per unit, dibanding dibanding sehari sebelum itu di Rp1.440 per unit. Selama sepekan, saham IMPC turun sebesar 8,09%. Jika dibandingkan antara harga 10 Juni 2026 sebesar Rp5.075 terhadap penutupan hari ini, maka saham emiten produsen bahan bangunan plastic tersebut merosot sebesar 9,84%.
PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) didirikan pada tahun 1981. Adalah produsen bahan bangunan plastik yang memproduksi lembaran dinding kembar PP, kompon vinil food grade, lembaran plastik, lembaran polikarbonat bergelombang dan padat, atap vinil, lembaran polikarbonat timbul, dll.
Perusahaan telah mengakuisisi beberapa perusahaan, tidak hanya di Indonesia, sementara itu juga di Asia Tenggara, Australia, dan Selandia Baru. Beberapa merknya adalah SolarTuff, Impraboard, Twinlite, LaserCool, AlcoTuff, dan Alderon.
Catatan: aksi korporasi semacam ini perlu dilihat dampaknya terhadap laporan keuangan berikutnya โ apakah menambah kontribusi pendapatan, atau justru menambah beban utang dan bunga.

