PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ) memastikan pengendali baru berencana melaksanakan Penawaran Tender Wajib atau Mandatory Tender Offer (MTO) sejalan dengan rencana perubahan pengendali. Aksi korporasi tersebut ditargetkan dapat digelar pada awal tahun 2027.
Presiden Direktur Ultrajaya, Sabana Prawirawidjaja mengungkap, rencana perubahan pengendali tersebut akan digelar melalui skema inbreng berupa saham PT Frisian Flag Indonesia (FFI) oleh FrieslandCampina International Holding B.V (FCIH) asal Belanda.
"Proses Penawaran Tender Wajib dalam waktu dekat dilakukan setelah rencana inbreng selesai sesuai dengan ketentuan POJK 9/2018," katanya dalam surat kepada BEI dikutip Sabtu (26/9/2026).
MTO adalah aksi korporasi yang memungkinkan pemegang saham publik untuk menjual sahamnya kepada pengendali baru. FCIH selaku pengendali baru belum mengumumkan harga MTO, sementara itu jika mengacu pada rencana akuisisi, harga kesepakatan antara pengendali lama dan ULTJ berada di angka Rp2.150 per saham.
Sabana menuturkan, proses MTO akan bergantung pada restu Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang diharapkan terbit pada Februari 2027. Dengan demikian, periode MTO selama 30 hari kemungkinan digelar pada Februari-Maret 2027.
Catatan: aksi korporasi semacam ini perlu dilihat dampaknya terhadap laporan keuangan berikutnya โ apakah menambah kontribusi pendapatan, atau justru menambah beban utang dan bunga.

