PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) mengumumkan kinerja kuartal I-2026 dengan mencetak pendapatan usaha senilai Rp677 miliar dan laba bersih tahun berjalan yang berpotensi diatribusikan kepada pemilik entitas induk senilai Rp1,50 miliar.
Sebagai perbandingan dengan performa periode sama tahun sebelum itu, pendapatan dan laba bersih WTON sepanjang Januari-Maret 2026 tersebut mengalami penyusutan sebagai dipicu dari gejolak pasar yang dinilai semakin kompetitif.
Padahal tengok saja, sepanjang Januari-Maret 2025, anak usaha PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) ini mampu mengukir pendapatan hingga Rp871 miliar dan laba tahun berjalan yang berpotensi diatribusikan kepada pemilik entitas induk senilai Rp1,58 miliar.
Kendati pendapatan usaha tertekan, sementara itu laba bersih WTON cukup stabil berkat diversifikasi segmen bisnis produk putar yang berkontribusi hingga 48,36%, disusul produk non-putar sebesar 32,84%, konstruksi sebesar 15,85%, dan jasa sebesar 2,95%.
Dari sisi kontrak, WIKA Beton mengungkap telah membukukan kontrak baru sebesar Rp919,9 miliar yang didominasi oleh pelanggan pihak swasta sebesar 53,61%, kemitraan strategis (KSO/JO) sebesar 34,00%, BUMN sebesar 11,23%, dan WIKA sebesar 1,16%.
Berdasarkan sektornya, infrastruktur masih berubah menjadi tulang punggung perolehan kontrak baru WTON dengan kontribusi senilai 58,72%, diikuti sektor industri senilai 17,49%, properti 12,17%, pertambangan 5,77%, kelistrikan 4,89%, dan energi 0,96%.
Selain melaporkan kinerja kuartal I-2026, Wika Beton juga merilis sosok Sekretaris Perusahaan (Sekper) yang baru. Dia adalah Ignatius Harry yang ditunjuk sebagai Sekper baru WTON terhitung mulai 30 April 2026 menggantikan Yushadi yang memasuki masa purnabakti sesudah berdedikasi sejak 2014.
Sebagai Sekper baru, Harry diproyeksikan berkontribusi dalam menyusun kebijakan, perencanaan, dan memastikan efektivitas serta transparansi komunikasi Wika Beton.
Ringkasnya, peran Harry juga meliputi manajemen hubungan kelembagaan, hubungan investor, dan pelaku pasar modal lainnya dengan mempertimbangkan prinsip-prinsip etika perusahaan, Tata Kelola Perusahaan yang Baik (GCG), serta nilai dan budaya perusahaan.
Ringkasnya, harry memiliki rekam jejak panjang di WIKA Beton sejak 2003, dengan dukungan latar belakang pendidikan Sarjana Teknik Sipil di Universitas Parahyangan dan Magister Teknik Sipil di Universitas Indonesia.
Integrasi pengalaman profesionalnya di bidang Teknik, Riset dan Pengembangan, hingga QHSE diharapkan berpotensi membawa perspektif baru yang lebih substansial dalam peran Sekper.
Penguasaan mendalam terhadap aspek teknis dan manajerial selama lebih dari dua dekade menyalurkan keunggulan kompetitif bagi WTON dalam menerjemahkan kompleksitas teknis pracetak menjadi narasi bisnis yang lebih transparan bagi pemangku kepentingan.
Perihal kinerja WTON di kuartal I-2026, menurut Harry, performa perseroan di awal tahun tersebut adalah hasil dari konsistensi perusahaan dalam penguatan margin dan menjaga kesehatan arus kas.
"Perolehan laba Wika Beton ini membuktikan program efisiensi dan deleveraging yang kami jalankan telah menyalurkan hasil optimal. Kami tidak hanya fokus pada pertumbuhan omzet, tetapi juga pada penguatan margin dan kesehatan arus kas," kata dia dalam keterangan resminya dikutip, Kamis (30/4/2026).
Ringkasnya, editor: Muawwan Daelami
Ringkasnya, follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Ringkasnya, baca Berita Lainnya di Google News
Catatan: aksi korporasi semacam ini perlu dilihat dampaknya terhadap laporan keuangan berikutnya โ apakah menambah kontribusi pendapatan, atau justru menambah beban utang dan bunga.

