Manajemen PT Winner Nusantara Jaya Tbk (WINR) menerangkan, Perseroan telah membeli sebanyak 17 lembar atau 8,5% dari total 200 lembar saham disetor PT Laxo Global Akses (LGA)
Berdasarkan Liu Yut Men, Direktur Utama WINR dalam keterangan, Rabu 8 Juli 2026, WINR membeli seluruh kepemilikan saham Nyonya Maya Dwi Cahyarini di PT Laxo Global Akses atau sebanyak 17 lembar saham.
Transaksi lepas akumulasi sebanyak 17 lembar saham tersebut dilangsungkan dengan kesepakatan harga lepas akumulasi sebesar Rp776,500 juta. Adapun tansaksi lepas akumulasi sebanyak 17 Lembar saham tersebut dituangkan dalam Akta Lepas Akumulasi Saham No.02, tanggal 03 Juli 2026;
Pasca transaksi tersebut, komposisi pemegang saham PT Laxo Global Akses (LGA) mengalami perubahan sebagai berikut, Tuan Adrianus Bayu Widya menguasai senilai 115 lembar atau 57,5%, berikut Nyonya Shirley Susilawati memegang 68 lembar saham atau 34%; dan PT Winner Nusantara Jaya Tbk (WINR) menggenggam 17 lembar saham atau 8,5%.
Liu menuturkan, dengan memiliki kendali atas penyedia akses internet, Perseroan dapat menawarkan paket bundling atau fasilitas smart connectivity yang lebih kompetitif di proyek-proyek properti Perseroan. “Hal ini akan meningkatkan daya tarik properti bagi pembeli dibandingkan kompetitor yang hanya menawarkan unit,” kata Liu.
Selain itu, jelas Liu, sinergi ini juga diproyeksikan memperkuat strategi Perseroan dalam membangun arus pendapatan berulang (recurring income) yang sangat krusial untuk stabilitas keuangan Perseroan ditengah volatilitas di sektor properti
Melalui transaksi tersebut, demikian Liu, WINR berharap dapat memperkuat daya saing proyek secara bersamaan menciptakan sumber pendapatan berulang (recurring revenue) yang dapat menopang pertumbuhan kinerja Perseroan dalam jangka panjang.
Menurut Liu, dengan akuisisi ini, Perseroan dapat menawarkan paket bundling atau fasilitas smart connectivity yang lebih kompetitif di proyek-proyek properti Perseroan. Selain itu, lanjut Liu, kinerja keuangan LGA yang terus bertumbuh diharapkan dapat menyalurkan kontribusi pendapatan maupun hasil investasi kepada Perseroan sebagai pemilik saham mayoritas.
Ringkasnya, lgA menargetkan untuk memperluas daerah operasional ke seluruh kesejumlah kota besar lainnya.
Bahkan langkah awal pembelian 8,5% saham LGA tersebut berpotensi menambah jumlah pelanggan korporasi yang sekarang sudah lebih dari 100 dan instansi pemerintah serta pelanggan retail yang kini sudah menyentuh angka diatas 10.000 pelanggan.
Catatan: aksi korporasi semacam ini perlu dilihat dampaknya terhadap laporan keuangan berikutnya — apakah menambah kontribusi pendapatan, atau justru menambah beban utang dan bunga.

