PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) berencana menyalurkan sisa dividen kepada para pemegang saham bernilai USD200 juta. Dividen itu akan disalurkan sekitar pertengahan Juni 2026.
Ringkasnya, keputusan pembagian dividen itu ditetapkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 22 Mei 2026. Pemegang saham menyetujui usulan pembagian dividen dari 59 persen laba bersih.
Sepanjang 2025, perusahaan batu bara tersebut mencetak laba bersih senilai USD760,18 juta. Adapun laba yang dialokasikan untuk dividen senilai USD450 juta, sudah memperhitungkan dividen interim USD250 juta yang dibayarkan pada November 2025.
"Sementara sisanya sebesar USD200 juta akan dibagikan sebagai dividen tunai final," kata manajemen AADI.
Kemudian sisanya senilai USD10 juta dibukukan sebagai dana cadangan wajib berdasarkan pasal 70 dan 71 UU 40/2007 Tentang Perseroan Terbatas. Lalu, sejumlah USD300,18 juta dicatat sebagai saldo laba.
Catatan: pastikan Anda mencatat tanggal cum-dividen dan recording date. Harga saham biasanya menyesuaikan (turun) pada ex-date sebesar nilai dividen. Selalu verifikasi tanggal pembayaran melalui keterbukaan informasi di IDX.

