Jakarta, CNBC Indonesia — Beredar kabar mengenai kebocoran data nasabah PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) bocor. Manajemen melalui keterbukaan informasi membantah hal tersebut dan memastikan bahwa data nasabah masih aman. "Dengan ini, BCA mengonfirmasi bahwa informasi kebocoran data tersebut tidak benar.
BCA telah menjalankan investigasi menyeluruh dan memastikan tidak ada kebocoran data dari sistem BCA," kata manajemen, dikutip Minggu (25/5/2026). Manajemen memastikan selalu melalukan pengamanan data dengan menerapkan strategi dan standar keamanan berlapis, serta mitigasi risiko yang diperlukan untuk menjaga keamanan data dan transaksi digital nasabah.
BCA pun mengimbau nasabah untuk selalu berhati-hati terhadap oknum yang mengatasnamakan BCA dan berbagai modus penipuan yang bertujuan untuk mengetahui data nasabah. BCA mengingatkan agar nasabah tidak menyalurkan data pribadi perbankan yang bersifat rahasia seperti BCA ID, password, One Time Password (OTP) dan Personal Identification Number (PIN) kepada siapapun.
Nasabah juga diharapkan mengubah PIN dan password secara berkala. Sebelum itu, akun X Dark Web Intelligence menyatakan bahwa ada kelompok yang mengklaim memiliki sekitar 890.000 akses mobile banking, 4,9 juta catatan database, informasi pribadi terkait perbankan, hingga kolom internal terkait akun yang diduga terkait dengan data pelanggan BCA.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

