PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) melaporkan transaksi tanah dan bangunan bernilai sekitar Rp100 juta.
Ringkasnya, melansir keterbukaan informasi tanggal 6 Juli 2026, ASSA menyewakan sebidang tanah seluas 369 meter persegi dan bangunan seluas 135 meter persegi.
Sekretaris Perusahaan ASSA, Jerry Fandy Tunjungan menuturkan, nilai transaksi tersebut sebesar Rp100 juta per tahun. Biaya sewa tersebut sudah termasuk Pajak Penghasilan (PPh) dan belum termasuk Pajak Pertambahan Nilai (PPN).
Baca Juga: Saham Energi Terbarukan Berjatuhan, Berikut Rekomendasi Analis
ASSA menjalankan, transaksi dengan PT Tri Adi Bersama (TAB). Hubungan dengan perseroan adalah entitas anak langsung. Alhasil, transaksi ini tergolong transaksi afiliasi.
“TAB adalah entitas anak langsung dari perseroan, yang dimiliki melalui kepemilikan saham sebesar 49,5%,” tulisnya dalam keterbukaan informasi tersebut.
Selain itu, ada kesamaan anggota manajemen di ASSA dan TAB. Yaitu, Erida yang menjabat sebagai Presiden Komisaris ASSA secara bersamaan Komisaris Utama di TAB. Lalu, Tjoeng Suyanto yang menjabat sebagai Direktur ASSA secara bersamaan Komisaris di TAB.
Jerry bilang, ASSA memiliki tanah dan bangunan, sementara itu belum digunakan secara maksimal. Sementara, TAB membutuhkan lahan tersebut untuk menyelenggarakan kegiatan usahanya.
Selain itu, biaya sewa yang dikenakan kepada TAB adalah senilai biaya sewa yang ada di pasaran.
“Dengan disewakannya sebagian lahan yang tidak digunakan seluruhnya oleh ASSA, diharapkan TAB dapat memperluas jaringan usahanya dan menyalurkan manfaat finansial kepada perseroan berupa pembayaran biaya sewa,” katanya.
Baca Juga: Dibayangi Sentimen Kebijakan Ekspor Satu Pintu, Cermati Rekomendasi Saham ITMG
Melansir RTI, saham ASSA ada di level Rp605 per saham pada akhir perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) Senin (6/7/2026). Saham ASSA naik 10% dalam sebulan. Sementara sejak awal tahun, sahamnya turun 46,22% year to date (YTD).
Tinjau Berita dan Artikel yang lain di Google News
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

