Arthakencana Rayatama (AR), pemegang saham pengendali PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), mengakumulasi sebanyak 181.005.000 lembar (0,9%) saham emiten distributor bahan bakar minyak (BBM) tersebut melalui Bursa Efek Indonesia. Transaksi dilakukan pada 4,5, dan 6 Mei 2026.
Berdasarkan laporan perubahan kepemilikan saham yang disampaikan manajemen kepada BEI, Rabu, 6 Mei 2026, Arthakencana Rayatama membeli saham AKRA pada kisaran harga Rp1.520–Rp1.580 per lembar. Dengan demikian, dana yang digelontorkan pengendali menyentuh Rp285,98 miliar.
Ringkasnya, “Tujuan transaksi saham adalah investasi dengan status kepemilikan saham langsung. Transaksi ini juga untuk mempertahankan pengendalian,” tulis manajemen.
Setelah transaksi tersebut, kepemilikan Arthakencana Rayatama terhadap AKRA naik ke 12.968.823.600 unit atau setara 64,607%, dari sebelum itu 12.787.818.600 unit atau setara 63,705%.
Hingga kuartal I 2026, AKRA membukukan laba bersih periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp656,49 miliar, meningkat 16,15% secara tahunan dibandingkan Rp565,21 miliar pada periode serupa tahun 2025.
AKRA membukukan pendapatan senilai Rp12,94 triliun pada kuartal I 2026, meningkat 26,12% secara tahunan dari Rp10,26 triliun pada kuartal I 2025.
Mayoritas pendapatan AKRA pada kuartal I 2026 berasal dari segmen perdagangan dan distribusi sebesar Rp12 triliun. Berikutnya, pendapatan dari segmen kawasan industri sebesar Rp638,61 miliar, segmen logistik Rp508,26 miliar, dan segmen pabrikan Rp103,76 miliar.
Pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia, Rabu, 6 Mei 2026, saham AKRA ditutup naik 2,63% menjadi Rp1.560 per saham, dibandingkan sehari sebelum itu di Rp1.520. Dalam sepekan, saham AKRA terangkat 0,64%. (konrad)
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

