PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) membukukan kinerja positif sepanjang enam bulan pertama 2026. Produsen tembaga dan emas terbesar kedua di Indonesia itu mencetak laba bersih sebesar USD497,9 juta atau setara dengan Rp8,6 triliun, berbalik dari posisi rugi USD148,7 juta.
Capaian positif tersebut turut didukung oleh penjualan bersih perseroan yang menembus USD2,05 miliar, ditopang oleh penjualan produk logam murni dan konsentrat tembaga. EBITDA juga ikut naik ke USD1,13 miliar dengan margin 55 persen.
Direktur Utama PT Amman Mineral Internasional Tbk, Arief Sidarto menuturkan, perseroan akan tetap fokus dalam menjaga pencapaian operasi yang stabil, andal, dan berkelanjutan di seluruh rantai nilai melalui entitas anak usaha, PT Amman Mineral Nusa Tenggara dan PT Amman Mineral Industri.
"Meskipun perkembangan geopolitik, termasuk konflik di Timur Tengah yang dimulai pada 28 Februari tahun berjalan, telah menyebabkan kenaikan biaya energi, kami tetap yakin terhadap prospek jangka panjang tembaga dan emas serta percaya bahwa AMMN berada pada posisi yang baik untuk menciptakan pertumbuhan berkelanjutan dan nilai jangka panjang," katanya dalam keterangan resmi, Senin (21/9/2026).
Sementara itu, Direktur Keuangan PT Amman Mineral Internasional Tbk, Anthony Mathias mengungkap, kinerja penjualan yang kuat di semester I-2026 menjadi faktor utama peningkatan profitabilitas perseroan. Margin EBITDA berada di level 55 persen, sementara margin laba bersih menyentuh 25 persen.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

