Amman Mineral Internasional ($AMMN) membukukan laba bersih US$338 juta pada 2Q26 (+111% QoQ, 2Q25: rugi US$10 juta). Hasil ini membuat laba bersih AMMN selama 1H26 menyentuh US$498 juta (vs. 1H25: rugi US$149 juta), sejalan dengan ekspektasi karena setara 49%/52% estimasi 2026F dari Stockbit/konsensus. Berikut beberapa highlights dari kinerja operasional AMMN pada 2Q26/1H26:
Manajemen AMMN mengumumkan kenaikan guidance produksi emas dalam konsentrat dari 579 koz berubah menjadi 775 koz (+34%) seiring kadar emas pada bijih yang lebih tinggi dari ekspektasi (1H26: 0,65 g/t vs. 1Q26: 0,54 g/t). Selain itu, AMMN juga mulai mengumumkan guidance produksi katoda tembaga sebanyak 130 kt (vs. 1H26: 49 kt vs. estimasi 2026F Stockbit: 161 kt) dan produksi emas batangan sebanyak 350 koz (1H26: 122 koz vs. estimasi 2026F Stockbit: 475 koz).
Kami menilai guidance smelter yang baru ini mencerminkan keyakinan manajemen atas performa smelter perseroan, seiring lulusnya performance guarantee test pada Juli 2026 dan diperolehnya smelter project acceptance certificate sebagai penanda hand over resmi dari kontraktor ke perseroan. Terkait outlook 3Q26, manajemen mengungkap performa operasional smelter berjalan konsisten dan bahkan mencetak rekor baru sepanjang Juli–Agustus 2026.
Kualitas operasi tambang membaik, meski total material yang ditambang turun -14% YoY menjadi 126 juta ton. Produksi bijih meroket ke 66 juta ton (vs. 1H25: 6 juta ton) seiring penambangan memasuki area bijih berkadar tinggi fase 8, yang menekan stripping ratio ke ~0,9x.
Di sisi lain, bijih yang diolah pabrik pengolahan (konsentrator) baru menyentuh 20 juta ton, alhasil selisihnya terhadap bijih yang ditambang mendorong inventory build–up bijih secara bersamaan mengamankan kepastian suplai jangka panjang bagi smelter perseroan. Selain itu, AMMN juga memperbarui laporan JORC per 30 Juni 2026, dengan reserves bijih di tambang Batu Hijau naik +10,2% menjadi 777 juta ton seiring asumsi harga emas yang dinaikkan ke level US$2.500/oz (vs. 2024: US$1.800/oz), sementara asumsi harga tembaga tetap di US$4/lb.
Peningkatan reserves ini membuat umur tambang Batu Hijau diperpanjang dari 2030–2031 berubah menjadi 2031–2032, sebelum bertransisi ke tambang Elang.
Dari sisi penjualan, perseroan membukukan ekspor konsentrat sebanyak 120.079 dmt yang mengandung sekitar 72 Mlbs tembaga dan 120.667 oz emas. Pengiriman ini berubah menjadi ekspor konsentrat terakhir seiring berakhirnya izin ekspor pada April 2026.
Dari sisi harga, realisasi ekspor pada April 2026 membuat AMMN masih mengamankan penjualan pada level harga emas yang tinggi di ~US$4.900/oz. Ke depan, seluruh penjualan perseroan diproyeksikan bersumber dari operasi smelter dengan produk katoda tembaga, emas batangan, serta produk lainnya (perak dan asam sulfat).
Menyusul realisasi kinerja 1H26, kami masih optimistis terhadap kinerja AMMN pada 2H26, yang didasarkan pada beberapa faktor: 1) kenaikan rata–rata harga tembaga ke ~US$14.000/ton yang mampu meng–offset penurunan harga emas secara kuartalan; 2) akselerasi volume produksi dan penjualan seiring telah optimalnya kinerja smelter perseroan; dan 3) tambahan kontribusi dari produk smelter (perak dan asam sulfat) yang belum sepenuhnya terealisasi. Pembahasan lebih rinci terkait persepsi pasar, outlook ke depan, guidance terbaru, bagaimana implikasinya terhadap estimasi laba bersih 2026 yang kami buat, diproyeksikan kami sampaikan sesudah earnings call AMMN pada Kamis (24/9).
“Tetapi saldo laba, kas, dan kas yang benar-benar berlebih adalah tiga hal berbeda, alhasil potensi distribusi modal tidak bisa ditarik hanya dari satu angka.” — skydrugz27
Meski saldo laba ULTJ per H1 2026 tercatat sekitar Rp708 per saham, angka ini adalah nilai akuntansi Retained Earnings dan bukan mencerminkan uang tunai yang benar-benar tersedia. Kas riil perusahaan disebut jauh lebih kecil, hanya sekitar Rp234 per saham, dan menyusut kembali menjadi sekitar Rp147 per saham setelah dikurangi seluruh kewajiban jangka pendek.
Selain itu, penelusuran historis DPS ULTJ yang meroket signifikan pada FY2025 ke Rp130 dengan payout ratio mendekati 99,9%, serta arus kas dari operasi turut membantu memulihkan sebagian kas yang keluar melalui dividen. Dalam postingannya, skydrugz27 turut menyajikan simulasi dividen untuk menggambarkan seberapa besar kas yang dibutuhkan pada berbagai skenario nominal dividen per saham.
Terdapat juga analisis dengan menekankan bahwa masih ada sejumlah variabel penting—seperti kebutuhan modal kerja, minimum cash buffer, dan posisi kas pada tanggal transaksi efektif—yang perlu diperjelas sebelum bisa menilai secara presisi berapa besar ruang distribusi modal yang tersisa bagi ULTJ.
Ringkasnya, skydrugz27 mulai bergabung di komunitas Stockbit sejak tahun 2017. Di Stream Stockbit, ia rajin berbagi insight dalam berinvestasi, terutama bagi para investor karyawan dan mempopulerkan istilah investasi se-lot se-lot. Kamu bisa temukan insight menarik lainnya dari skydrugz27 di sini.
Ringkasnya, pT Stockbit Karya Indonesia
Catatan: pastikan Anda mencatat tanggal cum-dividen dan recording date. Harga saham biasanya menyesuaikan (turun) pada ex-date sebesar nilai dividen. Selalu verifikasi tanggal pembayaran melalui keterbukaan informasi di IDX.

