PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) memberi tanggapan soal rumor perseroan akan melaksanan pencatatan ganda (dual listing) di bursa Hong Kong. Perusahaan tembaga dan emas terbesar di Indonesia itu menepis rumor tersebut.
Direktur Utama PT Amman Mineral Internasional Tbk, Arief Widyawan Sidarto menuturkan, kabar bahwa perseroan akan menggelar dual listing bersifat spekulasi.
Ringkasnya, "Sampai dengan tanggal surat ini, fokus perseroan adalah menjalankan strategi bisnis yang telah ditetapkan dan penciptaan nilai jangka panjang yang berkelanjutan bagi pemegang saham," katanya dalam surat kepada BEI, Kamis (16/7/2026).
Rumor AMMN menggelar dual listing di Bursa Hong Kong muncul pertama kali dalam laporan Bloomberg. Mengacu sumber anonim, Bloomberg mengungkap AMMN tengah membahas rencana tersebut secara internal, termasuk menjajaki penunjukan sejumlah bank untuk mengurusi IPO. Untuk besaran dana yang dibidik dan waktu pencatatan saham masih terus dibahas.
Ringkasnya, kabar tersebut juga muncul seiring langkah emiten produsen emas, PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) yang dual listing di Hong Kong pada 26 Juni 2026. Aksi korporasi itu dilakukan untuk memperluas akses pendanaan ke investor global.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

