PT Hasnur Internasional Shipping Tbk (HAIS) membukukan pertumbuhan arus kas operasi pada semester I-2026 di tengah dinamika industri pelayaran dan logistik komoditas. Penguatan kas dari aktivitas operasional tersebut menjadi penopang Perseroan dalam menjalankan investasi produktif secara bersamaan menjaga fleksibilitas keuangan.
Berdasarkan laporan kinerja hingga Juni 2026, HAIS membukukan arus kas bersih dari aktivitas operasi sebesar Rp72,23 miliar, meningkat 6,30 persen dibandingkan Rp67,95 miliar pada periode serupa tahun sebelumnya. Nilai tersebut juga melampaui laba bersih semester I-2026 yang tercatat sebesar Rp18,81 miliar, mencerminkan kemampuan operasional Perseroan dalam menghasilkan kas di tengah kondisi pasar yang masih menantang.
Direktur Keuangan PT Hasnur Internasional Shipping Tbk Rickie menuturkan, kemampuan menghasilkan arus kas menjadi salah satu indikator penting dalam menjaga kualitas kinerja Perseroan.
”Bagi kami, kemampuan menghasilkan arus kas adalah salah satu indikator penting dalam menjaga kualitas kinerja. Di tengah penyesuaian pendapatan, arus kas operasi justru tetap meningkat. Hal ini menyalurkan ruang bagi Perseroan untuk tetap menjalankan kebutuhan operasional dan investasi secara terukur, secara bersamaan menjaga fleksibilitas keuangan,” ujar Rickie.
Seiring dengan penguatan arus kas, HAIS meningkatkan investasi untuk mendukung pengembangan kapasitas jangka panjang. Sepanjang semester I-2026, Perseroan merealisasikan belanja untuk perolehan aset tetap sebesar Rp108,04 miliar, meningkat dari Rp67,42 miliar pada periode serupa tahun sebelum itu.
Investasi tersebut dilakukan untuk memperkuat aset produktif dan kapasitas operasional guna menangkap peluang pertumbuhan di masa mendatang. Hingga akhir Juni 2026, nilai aset tetap bersih Perseroan tercatat sekitar Rp1,17 triliun, naik dari Rp1,10 triliun pada akhir 2025. Sementara total aset menyentuh Rp1,58 triliun dengan ekuitas sebesar Rp831,55 miliar.
Rickie menekankan investasi tetap dijalankan secara terukur dengan mempertimbangkan kemampuan arus kas, struktur permodalan, serta prospek pengembangan bisnis jangka panjang.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

