PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) berencana menjalankan divestasi seluruh saham anak usahanya, PT Sintesa Bara Gemilang Tbk (SBG). Langkah tersebut sejalan dengan transformasi portofolio perseroan secara bersamaan mendukung strategi pertumbuhan jangka panjang.
Astrindo akan menjual 99,90 persen saham SBG kepada PT Indo Panca Borneo (IPB) yang adalah pihak nonafiliasi. Dari penjualan tersebut, perseroan akan mendapatkan dana sebesar Rp1,79 triliun.
Perseroan bersama IPB telah meneken Perjanjian Lepas Akumulasi Saham Bersyarat pada 21 Mei 2026. Dalam perjanjian tersebut, kedua belah pihak menargetkan transaksi dapat diselesaikan pada akhir tahun berjalan.
Anak usaha yang bergerak di bidang investasi batu bara itu tercatat mengakuisisi PT Mining Ltd Hongkong pada 2023 yang memiliki tiga konsesi tambang batu bara di Kalimantan, yakni Jembayan dan Penajam di Kalimantan Timur dan Sebuku di Kalimantan Selatan. Akuisisi itu dibiayai dengan pinjaman bernilai USD432,8 juta atau Rp6,5 triliun.
"Perseroan meyakini bahwa pelaksanaan rencana transaksi akan menyalurkan dampak positif terhadap keuangan perseroan dan mendukung pengembangan usaha perseroan ke depan," kata manajemen Astrindo dalam keterbukaan informasi, Sabtu (23/5/2026).
Catatan: aksi korporasi semacam ini perlu dilihat dampaknya terhadap laporan keuangan berikutnya — apakah menambah kontribusi pendapatan, atau justru menambah beban utang dan bunga.

