Manajemen PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA) atau disebut Bank INA mengumumkan, Perseroan berencana menjalankan penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) atau penempatan terbatas dengan meluncurkan sebanyak 80 juta saham dengan nominal Rp100 per unit.
Jumlah PMTHMETD tersebut menyentuh 1,30% dari saham disetor Perseroan. Pelaksanaan penempatan terbatas atau PMTHMETD ini akan dimintakan persetujuan terlebih dahulu dari RUPSLB BINA yang akan digelar pada tanggal 5 Juni 2026.
Ringkasnya, pMTHMETD ini dilakukan dalam rangka memperkuat struktur permodalan Perseroan. Ini termasuk untuk mendukung pemenuhan modal inti bank sebagaimana dipersyaratkan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Berdasarkan laporan Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) dan Aset Tertimbang Berdasarkan Risiko (ATMR) Perseroan per 30 April 2026 yang telah dilaporkan kepada OJK melalui sistem Aplikasi Pelaporan Online (APOLO), jumlah modal inti Perseroan tercatat senilai Rp2.843.961.024.631 (dua triliun delapan ratus empat puluh tiga miliar sembilan ratus enam puluh satu juta dua puluh empat ribu enam ratus tiga puluh satu Rupiah).
Direksi BINA dalam prospektus rencana PMTHMETD yang diumumkan di Jakarta, Rabu, 03 Juni 2026 mengungkap, seluruh dana yang akan didapat Perseroan melalui PMTHMETD tersebut, setelah dikurangi dengan biaya-biaya terkait PMTHMETD, akan dipergunakan seluruhnya untuk modal kerja dalam hal penyaluran pembiayaan/kredit guna meningkatkan kinerja Perseroan.
Manajemen BINA berharap, pelaksanaan PMTHMETD, akan meningkatkan kondisi keuangan Perseroan di mana jumlah aset dan ekuitas akan mengalami peningkatan sebesar dana yang didapat dari PMTHMETD tersebut. Berikutnya, rasio jumlah liabilitas terhadap jumlah ekuitas Perseroan diharapkan juga akan mengalami perbaikan yang signifikan.
Pasca pelaksanaan PMTHMETD tersebut, dengan asumsi RUPS Independen BINA menyetujui dan seluruh PMTHMETD diterbitkan dan diambil bagian, maka total saham yang dikeluarkan Perseroan diproyeksikan meningkat dari sebanyak 6.134.716.665 unit saham berubah menjadi sebanyak-banyaknya 6.214.716.665 unit saham. (konrad)
Catatan: rights issue berpotensi mengakibatkan dilusi bagi pemegang saham lama yang tidak ikut serta. Perhatikan harga pelaksanaan dan rasio HMETD sebelum memutuskan.

