PT Bayu Buana Tbk (BAYU) berencana menyalurkan dividen tunai untuk tahun buku 2025 sebesar Rp35,322 miliar atau Rp100 per saham pada tanggal 10 Juni 2026. Dividen tersebut menyentuh 33,49% dari laba bersih BAYU tahun 2025 sebesar Rp105,455 miliar.
Ringkasnya, direksi BAYU dalam keterbukaan informasi ke BEI, Selasa 12 Mei 2026 mengemukakan, penerima dividen adalah pemegang saham Perseroan yang namanya terdaftar dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) BAYU per 21 Mei 2026.
Menurut Direksi, Cum dan Ex dividen di pasar reguler dan pasar negosiasi BEI ditetapkan pada 19 dan 20 Mei 2026, sementara di pasar tunai pada 21 dan 22 Mei 2026. Pembayaran dividen kepada pemegang saham pada 10 Juni 2026.
Ringkasnya, adapun rencana pembagian dividen tersebut telah diputuskan dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) BAYU pada tanggal 7 Mei 2026.
BAYU membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp105,455 miliar pada 2025. Per 31 Desember 2025, BAYU memiliki saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya sebesar Rp381,091 miliar. Sementara jumlah ekuitas Perseroan dalam periode sama Rp558,170 miliar.
Pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia, Senin 11 Mei 2026, saham BAYU ditutup stagnan di level Rp1.320 per unit. Dalam periode sepekan, harga saham BAYU telah meningkat 0,38%. Jika dibandingkan antara harga 13 April 2026 terhadap penutupan kemarin, makan saham BAYU telah mengalami pelemahan 2,94%. (konrad)
Catatan: pastikan Anda mencatat tanggal cum-dividen dan recording date. Harga saham biasanya menyesuaikan (turun) pada ex-date sebesar nilai dividen. Selalu verifikasi tanggal pembayaran melalui keterbukaan informasi di IDX.

