PT Sunson Textile Manufacturer Tbk (SSTM) membukukan laba bersih sebesar Rp5,68 miliar (Rp4,9 per saham) pada kuartal I 2026, meroket 121% jika dibandingkan Rp2,57 miliar (Rp2,2 per saham) pada kuartal I 2025.
Seperti tergambar dari laporan keuangan Maret 2026 yang diumumkan, Jumat 15 Mei 2026, reli laba tersebut didukung oleh pendapatan lain-lain SSTM yang menyentuh Rp5,1 miliar pada kuartal I 2026. Pada periode sama tahun sebelum itu, terdapat beban lain-lain Rp14,32 juta.
Penjualan SSTM mengalami pelemahan 2,18% berubah menjadi Rp67,79 miliar pada kuartal I 2026, dari Rp69,30 miliar pada periode sama 2025.
Penjualan produk pemintalan di pasar domestic mengalami pelemahan 1,73% jadi Rp59,68 miliar, dari Rp60,74 miliar di kuartal I 2025. Adapun produk lainnya mengalami pelemahan 33,35%, dari Rp2,45 miliar jadi Rp1,63 miliar kuartal I 2026. Hanya produk pertenunan yang mengalami kenaikan tipis berubah menjadi Rp6,46 miliar.
Di tengah penurunan penjualan, beban usaha Perseroan khususnya beban umum dan administrasi melonjak 51,38%, dari Rp2,02 miliar di kuartal I 2025, menjadi Rp3,06 miliar pada kuartal I 2026. Ini menyebabkan laba usaha emiten tekstil ini terjungkal 66,88% jadi Rp1,10 miliar, dari Rp3,34 miliar pada kuartal I 2025.
Dari sisi neraca keuangan, SSTM memiliki total aset senilai Rp355,59 miliar per Maret 2026, mengalami pelemahan 3,11% dari Rp367,02 miliar per Desember 2025. Adapun jumlah liabilitas dan ekuitas emiten produsen tekstil tersebut per Maret 2026, masing-masing senilai Rp148,85 miliar dan Rp206,93 miliar. (konrad)
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

