PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) berencana untuk melaksanakan pembelian kembali alias pembelian kembali saham saham sebanyak-banyaknya sebesar Rp4 triliun. Mengutip keterbukaan informasi, Telkom menyatakan bahwa aksi korporasi bertujuan untuk memperkuat kepercayaan investor terhadap prospek saham perusahaan. "Melalui program Pembelian Kembali Saham ini, Perseroan bertujuan untuk memperkuat keyakinan terhadap nilai jangka panjang dan prospek yang dimiliki Perseroan.
Langkah ini diambil sebagai upaya untuk menjaga keharmonisan antara kondisi pasar dan fundamental Perseroan, serta menjaga kepercayaan para pemangku kepentingan dalam usaha Perseroan mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan," terang manajemen Telkom dalam keterbukaan informasi yang dikutip Jumat (5/6/2026). Pembelian kembali saham saham dapat dilakukan melalui Bursa Efek maupun di luar Bursa Efek, baik secara bertahap maupun secara bersamaan, dan diselesaikan paling lambat dalam 12 bulan setelah tanggal Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang menyalurkan persetujuan aksi korporasi tersebut.
RUPS Telkom akan digelar pada 8 Juni 2026. Pelaksanaan pembelian kembali saham saham maksimal sebesar Rp4 triliun akan menggunakan kas internal Perseroan, sudah termasuk biaya transaksi Pembelian Kembali Saham komisi, pedagang perantara, serta biaya lain terkait.
Sesuai dengan Pasal 2 ayat (1) POJK 29/2023 juncto Pasal 37 ayat (1) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, jumlah saham yang akan dibeli kembali tidak akan melebihi 10% dari jumlah modal ditempatkan dan disetor Perseroan. Manajemen Telkom menyatakan pelaksanaan pembelian kembali saham saham juga akan memperhatikan kondisi likuiditas dan permodalan Perseroan, serta ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. "Perseroan tidak akan menjalankan Pembelian Kembali Saham jika akan mengakibatkan berkurangnya jumlah saham pada suatu tingkat tertentu yang dapat mengurangi secara signifikan likuiditas saham di Bursa Efek," ujar manajemen Telkom.
Lebih lanjut, Telkom menyatakan jumlah saham free float Perseroan setelah dilakukan pembelian kembali saham tidak akan lebih rendah dari 15% dari jumlah saham tercatat sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan yang berlaku. Sementara itu, TLKM membuka perdagangan sesi I dengan bergerak stagnan di posisi harga 2.890 per saham.
Sementara itu secara year to date, saham itu sudah terjungkal 16,95%.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

