Emiten Perusahaan Pembiayaan PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN) memberi tanggapan terkait kabar yang mengungkap perusahaan akan menjalankan penggabungan usaha (merger) dengan PT Bank Jago Tbk. (ARTO). Direktur BFI Finance Sudjono menekankan hingga kini belum memiliki informasi mengenai isu merger sebagaimana diberitakan sebelum itu.
Menurutnya, informasi mengenai dugaan penggabungan usaha tersebut berada di luar kewenangan perusahaan untuk dikomentari. "BFI Finance tidak dapat menyalurkan menyalurkan tanggapan terkait aktivitas atau keputusan para pemegang saham," sebagaimana dikutip dari keterbukaan informasi BEI, Selasa, (14/7/2026). Ia menekankan BFI Finance sebagai perusahaan terbuka senantiasa mematuhi seluruh ketentuan yang berlaku di pasar modal.
Perseroan juga memastikan akan menyatakan setiap informasi atau aksi korporasi yang bersifat material kepada publik sesuai dengan regulasi yang berlaku. Selain itu, manajemen memastikan hingga kini tidak terdapat informasi atau kejadian material lain yang dapat mempengaruhi kelangsungan usaha perusahaan maupun pergerakan harga saham BFIN.
Mengenai pemberitaan tersebut, manajemen Bank Jago menuturkan bahwa pihaknya tidak dapat menyalurkan komentar terkait aktivitas atau keputusan pemegang saham. Bank Jago juga tidak dapat menyalurkan komentar atas informasi yang tidak berasal dari perseroan atau spekulasi pasar. "Perseroan tidak memiliki informasi yang dapat disampaikan terkait merger antara perseroan dengan BFI Finance maupun informasi terkait pendekatan dari institusi keuangan atau investor asing seperti yang disampaikan dalam pertanyaan," kata manajemen Bank Jago kepada CNBC Indonesia, Jumat (10/7/2026).
Sebagai bank berbasis teknologi, kata dia, Bank Jago konsisten mengembangkan bisnis dan menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan melalui inovasi dan kolaborasi dengan berbagai ekosistem digital dan keuangan. Manajemen mengungkap kolaborasi dengan BFI Finance adalah bagian dari kerja sama bisnis strategis yang telah berjalan untuk menyalurkan solusi keuangan yang relevan kepada nasabah serta mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan.
Catatan: aksi korporasi semacam ini perlu dilihat dampaknya terhadap laporan keuangan berikutnya — apakah menambah kontribusi pendapatan, atau justru menambah beban utang dan bunga.

