Sejumlah saham emas Indonesia berpotensi memperoleh tambahan aliran dana pasif setelah evaluasi indeks Global Gold Miners Index (GDX) dan Global Junior Gold Miners Index (GDXJ) mengubah faktor free float beberapa emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI).
MarketVector Index Solutions, penyedia indeks yang berubah menjadi benchmark bagi VanEck, menetapkan hasil evaluasi tersebut berlaku mulai 18 September 2026. Tidak ada emiten Indonesia yang dikeluarkan maupun ditambahkan ke dalam GDX dan GDXJ.
Perubahan justru berlangsung pada faktor free float. PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) mengalami kenaikan free float factor dari 10 persen menjadi 16 persen, sementara PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) naik dari 21 persen menjadi 26 persen.
PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) juga mengalami kenaikan dari 51 persen berubah menjadi 60 persen.
Sebaliknya, free float factor PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) dipangkas dari 37 persen berubah menjadi 31 persen. Sementara itu, faktor free float PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) tidak berubah di level 10 persen.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

