PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI (BBRI) resmi menuntaskan pembelian kembali saham (share pembelian kembali saham) periode 12 Juni hingga 11 September 2026.
Pada periode tersebut, bank BUMN tersebut menyerap 31 juta saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Sementara itu, dana yang dihabiskan menyentuh Rp90,37 miliar belum termasuk biaya komisi perantara perdagangan efek dan biaya lainnya.
Jumlah tersebut setara 18 persen dari alokasi dana pembelian kembali saham saham. Saat itu, BRI menyiapkan dana hingga Rp500 miliar untuk melaksanakan aksi korporasi itu.
"Adapun saham hasil pembelian kembali saham 2026 akan digunakan untuk program kepemilikan saham pekerja dan atau Direksi dan Dewan Komisaris, yang pengalihannya digelar setelah memperoleh persetujuan RUPS," kata Direktur BRI, Achmad Royadi dalam keterbukaan informasi, Selasa (15/9/2026).
BRI melaksanakan pembelian kembali saham saham dalam tiga bulan mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) 13/2023 terkait Kebijakan dalam Menjaga Kinerja dan Stabilitas Pasar Modal pada Kondisi Pasar yang Berfluktuasi secara Signifikan.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

