PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BRIS) bersiap menyalurkan dividen tunai sebesar Rp1,51 triliun. Keputusan tersebut telah disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) perseroan.
Alokasi dividen itu setara 20% dari total laba bersih tahun buku 2025. Para pemegang saham diproyeksikan menerima dividen senilai Rp32,81 per lembar saham.
Besaran dividen tahun berjalan meroket 44% dibandingkan tahun sebelum itu. Pada tahun sebelumnya, emiten berkode saham BRIS tersebut mengalokasikan 15% laba bersih atau Rp1,05 triliun sebagai dividen. Saat itu, nilai dividen per saham menyentuh Rp22,78.
Manajemen menjelaskan pembayaran dividen diproyeksikan dilakukan secara proporsional kepada pemilik saham. Hak dividen diberikan kepada investor yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) pada tanggal pencatatan (recording date). Adapun jadwal dan tata cara pembagian dividen diproyeksikan diumumkan lebih lanjut.
Sepanjang tahun buku 2025, BSI berhasil membukukan laba bersih senilai Rp7,57 triliun. Selain dividen, RUPST juga menetapkan 80% laba atau Rp6,05 triliun sebagai saldo laba ditahan.
Kinerja positif BSI didukung oleh ekspansi pembiayaan yang sehat. Peningkatan dana murah serta akselerasi digital turut mendorong efisiensi layanan. Kondisi tersebut membuat jumlah nasabah baru meningkat lebih dari 2 juta orang sepanjang 2025. Total nasabah BSI kini menyentuh 23 juta orang.
Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, mengungkap kebijakan dividen ini dijalankan secara seimbang. Perseroan ingin menyalurkan imbal hasil optimal kepada pemegang saham tanpa mengabaikan kekuatan modal.
“Kami adalah bank syariah yang terus meningkat terlebih setelah memiliki dual licence sebagai bank syariah dan juga bullion bank,” ujar Anggoro.
Dana laba ditahan akan digunakan untuk mendukung ekspansi bisnis ke depan. Kepercayaan masyarakat terhadap fundamental perusahaan juga tercermin dari pertumbuhan jumlah nasabah yang signifikan. Manajemen optimistis posisi permodalan tetap kuat untuk menopang target bisnis berikutnya.
Catatan: pastikan Anda mencatat tanggal cum-dividen dan recording date. Harga saham biasanya menyesuaikan (turun) pada ex-date sebesar nilai dividen. Selalu verifikasi tanggal pembayaran melalui keterbukaan informasi di IDX.

