PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk atau BSI (BRSI) bersiap memenuhi ketentuan batas minimum kepemilikan saham publik (free float) yang ditetapkan Bursa Efek Indonesia (BEI) sebesar 15 persen. Adapun keputusan rencana strateginya yang diambil diserahkan kepada pemegang saham pengendali.
Sebagai informasi, BSI kini memiliki tiga pengendali, yakni PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (51,47 persen), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Divisi PPA (23,24 persen), dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (15,38 persen). Ketiga bank itu dikendalikan oleh Danantara.
Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo menuturkan, perseroan optimistis mampu melampaui batas minimal kepemilikan publik sebesar 15 persen pada tahun depan. Kini, porsi free float BSI baru sekitar 9,33 persen.
"Nah free float itu juga, kan kita seharusnya selesai sama dengan tahun depan ya, diproyeksikan ditargetkan. Jadi ya tahun depan kita diproyeksikan bisa melewati yang 15 persen ya," katanya saat ditemui di The Tower, Jakarta, Rabu (1/7/2026).
Ringkasnya, anggoro yakin proses pemenuhan ketentuan minimal free float saham BRIS berjalan mulus mengingat pengendali perseroan memiliki visi strategis yang selaras. Ihwal rencana strateginya diserahkan kepada pemegang saham pengendali yang berkoordinasi dengan Danantara.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

