Perum Bulog memberi tanggapan terkait kosongnya stok beras premium di sejumlah ritel moderen seperti Indomaret dan Alfamart dalam beberapa hari terakhir. Bulog memastikan pasokan beras premium mereka tetap tersedia dan masih disalurkan ke jaringan swalayan sesuai permintaan pembelian atau purchase order (PO).
Direktur Bisnis Bulog Febby Novita menuturkan pihaknya tetap menjaga distribusi beras premium ke ritel modern meski pengirimannya dilakukan bertahap mengikuti permintaan pasar. SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT "Kalau dari Bulog, alhamdulillah kita mana yang PO masuk dari ritel modern, memang SLA (service level agreement)-nya tuh kita jaga dan memang agak sedikit.
Tapi intinya ada terus kok," ujar Febby. Ia mengungkap beras premium merek Bulog seperti Punokawan dan BeFood masih tersedia di jaringan ritel modern. "Boleh dicek kok kalau tidak salah beras, kalau punya Bulog kan ada Punokawan sama BeFood, pasti ada tuh di seluruh ritel modern.
Dan alhamdulillah sekarang malah pesanan kembali banyak ke Bulog juga sih," lanjutnya. CNNIndonesia.com menemukan rak beras premium Bulog kosong di sejumlah minimarket di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, pada Senin (11/5).
Di salah satu gerai Indomaret, rak beras premium dengan label BeFood dan Punokawan tampak kosong selama beberapa hari terakhir. Seorang staf minimarket menuturkan stok beras premium Bulog belum kembali masuk. "Udah empat hari kosong," ujar salah satu staf kepada CNNIndonesia.com.
Pantauan di lokasi juga menunjukkan beberapa merek beras premium lain masih tersedia di rak swalayan. Sementara itu, produk beras premium Bulog tidak terlihat di rak Indomaret maupun rak di gerai Alfamart.
Kondisi serupa juga ditemukan di salah satu Alfamart kawasan Kebayoran Lama. Staf toko bernama Yana menuturkan stok BeFood sudah kosong sejak bulan lalu karena permintaan konsumen cukup tinggi. "Dari bulan kemarin kosong BeFood, soalnya kalau ada beras BeFood pasti langsung cepat habis," ujar Yana.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

