PT Darma Henwa Tbk (DEWA) menyalurkan tanggapan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI). Ini terkait permintaan penjelasan atas volatilitas transaksi efek perusahaan.
Mukson Arif Rosyidi, Director & Corporate Secretary DEWA, menyatakan hal ini melalui keterbukaan informasi yang dikutip pada Kamis (4/6/2026). Surat tersebut merespons pertanyaan bursa yang dikirim pada 29 Mei 2026.
Mukson menjelaskan sampai kini tidak ada informasi atau fakta material yang belum diungkapkan kepada publik. Hal ini sesuai dengan peraturan otoritas jasa keuangan dan bursa.
“Sampai dengan tanggal surat ini, tidak ada Informasi atau Fakta Material yang berpotensi mempengaruhi nilai efek Perseroan atau keputusan investasi pemodal,” ujar Mukson.
Ringkasnya, ia juga menambahkan manajemen tidak mengetahui adanya aktivitas dari pemegang saham tertentu. Selain itu, pemegang saham utama dan pengendali juga tidak memiliki rencana terkait kepemilikan saham mereka di perusahaan.
Meski begitu, Mukson mengungkap perseroan sedang melaksanakan aksi korporasi. Aksi ini berupa penawaran surat utang syariah.
“Kini Perseroan sedang menjalankan proses Penawaran Umum Berkelanjutan Sukuk Wakalah Berkelanjutan I Darma Henwa (PUB Sukuk Wakalah I) dan Penawaran Umum Berkelanjutan Sukuk Wakalah Berkelanjutan I Darma Henwa Tahap I Tahun 2026,” lanjut Mukson.
Perseroan berjanji akan terus menyatakan keterbukaan informasi sesuai aturan yang berlaku. Hingga kini, tidak ada kejadian penting lainnya yang bisa memengaruhi kelangsungan hidup perusahaan.
Harga saham DEWA terpantau terkoreksi pada perdagangan Kamis pagi (4/6/2026). Hingga pukul 10.00 WIB, saham DEWA berada di posisi Rp272 per lembar.
Angka ini menunjukkan penurunan senilai Rp22 atau sekitar 7,48% dalam sehari. Saat pasar dibuka pagi tadi, saham DEWA sempat berada pada level Rp292 per lembar.
Selama sesi perdagangan pagi ini, harga tertinggi DEWA menyentuh Rp302 per lembar. Sementara itu, harga terendah sempat mengenai titik Rp250 per lembar.
Penurunan harga saham ini berdampak pada nilai perusahaan. Kini, kapitalisasi pasar atau market cap DEWA tercatat sebesar Rp10,90 triliun. Saham ini juga memiliki rasio P/E sebesar 2,54 kali.
Tren pelemahan ini melanjutkan kondisi pada hari sebelum itu. Pada Rabu (3/6/2026), saham DEWA ditutup pada harga Rp294 per lembar.
Pada penutupan Rabu tersebut, harga saham turun Rp40 atau terjungkal 11,98%. Padahal, harga pembukaan pada hari Rabu tercatat sebesar Rp338 per lembar.
Data perdagangan Rabu (3/6/2026) menunjukkan volume transaksi saham DEWA cukup tinggi. Jumlah saham yang diperdagangkan menyentuh 955.812.900 lembar.
Pada hari yang sama, harga sempat menyentuh posisi tertinggi di Rp340 per lembar. Sementara itu, harga juga sempat tertekan hingga ke level terendah di Rp284 per lembar.
Jika menilik ke belakang, pergerakan saham DEWA cukup fluktuatif sepanjang tahun berjalan. Harga tertinggi saham DEWA di tahun 2026 pernah mengenai Rp815 pada tanggal 6 Januari.
Sementara itu, posisi terendah tahun berjalan justru berlangsung pada Rabu (3/6/2026) kemarin di level Rp294 per lembar.
Dalam rentang waktu satu tahun atau 52 minggu terakhir, saham DEWA bergerak pada kisaran yang lebar. Harga tertinggi dalam setahun terakhir tercatat menyentuh Rp865 per lembar. Sementara itu, harga terendah berada pada level Rp161 per lembar.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

