PT RMK Energy Tbk (RMKE) membukukan pertumbuhan kinerja pada kuartal I 2026 dengan pendapatan usaha menyentuh Rp815,6 miliar, atau meningkat 2,4 kali lipat dibandingkan periode serupa tahun sebelum itu.
Ringkasnya, kenaikan pendapatan tersebut ditopang oleh pertumbuhan pada segmen penjualan dan jasa batubara, seiring optimalisasi infrastruktur logistik Perseroan, termasuk operasional jalur pengangkutan (hauling road) yang mulai berjalan sejak 2025.
Dari sisi operasional, volume penjualan batubara RMKE tercatat sebesar 1,0 juta ton hingga Maret 2026, meningkat 3,8 kali lipat secara tahunan (year-on-year/YoY). Peningkatan ini turut didukung kenaikan rata-rata harga lepas sebesar 5,6 persen YoY menjadi Rp611.396 per ton.
Direktur Utama RMKE, Vincent Saputra, menuturkan kinerja kuartal pertama mencerminkan hasil dari strategi integrasi bisnis yang dijalankan Perseroan.
โKenaikan pendapatan yang signifikan pada kuartal pertama ini adalah buah dari strategi integrasi hulu-hilir yang kami jalankan. Sebagian besar pertumbuhan segmen penjualan berasal dari pembeli strategis global.
Dengan infrastruktur yang semakin lengkap, kami optimistis berpotensi terus meningkatkan volume trading dan mengoptimalkan margin saat harga pasar mendukung,โ ujar Vincent dalam keterangan resminya, Senin (4/5/2026).
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

