Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terangkat 0,64 persen sepanjang pekan lalu dan ditutup di level 6.236 poin. Penguatan tersebut berlangsung meski pergerakan indeks sempat diwarnai volatilitas akibat kombinasi sentimen domestik dan global.
Dari sisi aliran dana, investor asing masih membukukan net sell sebesar Rp1,4 triliun di pasar reguler selama sepekan, menunjukkan sikap yang masih cenderung berhati-hati terhadap pasar saham domestik.
Pada awal pekan, sentimen sempat tertekan oleh kabar pengunduran diri Gubernur Bank Indonesia yang memicu ketidakpastian terkait arah kebijakan moneter. Sementara itu, sentimen pasar berangsur membaik setelah Federal Reserve memutuskan mempertahankan suku bunga acuannya sesuai ekspektasi, alhasil menyalurkan sinyal bahwa bank sentral Amerika Serikat masih mengambil pendekatan wait and see terhadap perkembangan inflasi dan ekonomi.
"Kombinasi meredanya kekhawatiran global serta dukungan investor domestik berhasil menjaga IHSG masih berada di zona hijau, meskipun arus keluar dana asing masih berlanjut," ujar Equity Analyst Indo Premier Sekuritas, Hari Rachmansyah dalam riset, Senin (3/8/2026).
Memasuki pekan pertama Agustus (3–7 Agustus 2026), pergerakan pasar global diestimasi masih diproyeksikan dipengaruhi oleh kombinasi data ekonomi Amerika Serikat, arah kebijakan moneter The Fed, serta dinamika pasar komoditas.
Catatan: pergerakan indeks mencerminkan sentimen pasar jangka pendek. Untuk trader, disiplin pada area support dan risk management tetap menjadi kunci. Untuk investor, pantau market breadth dan saham dengan likuiditas kuat sebelum mengambil posisi.

