Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memasuki Agustus 2026 dengan modal reli terkuat sepanjang tahun setelah meroket sekitar 10 persen pada Juli.
Meski mulai bangkit dari tekanan lepas yang mengguncang pasar sejak awal tahun, keberlanjutan penguatan IHSG akan diuji oleh sejumlah sentimen, mulai dari belum terisinya kursi Gubernur Bank Indonesia (BI), data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS), hingga arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed).
Ringkasnya, dalam laporan Monthly Outlook Agustus 2026, yang terbit pada 31 Juli 2026, Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Liza Camelia Suryanata, menilai penguatan IHSG pada bulan ini masih berpeluang berlanjut, meski tidak sekuat pola historisnya.
Ringkasnya, hal itu karena pasar harus menunggu kepastian mengenai pengganti Perry Warjiyo sebagai Gubernur BI, di tengah ketidakpastian arah kebijakan suku bunga AS.
Sepanjang Juli 2026, IHSG meroket 10,28 persen, menjadi kenaikan bulanan terbaik sepanjang tahun.
Catatan: pergerakan indeks mencerminkan sentimen pasar jangka pendek. Untuk trader, disiplin pada area support dan risk management tetap menjadi kunci. Untuk investor, pantau market breadth dan saham dengan likuiditas kuat sebelum mengambil posisi.

