PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk (DGNS) telah menyelesaikan aksi korporasi penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) atau penempatan terbatas. Emiten laboratorium klinik ini meluncurkan sebanyak 29.651.500 saham baru.
Berdasarkan keterbukaan informasi, Jumat (8/5/2026), harga pelaksanaan penempatan terbatas tersebut ditetapkan sebesar Rp269 per saham. Seluruh saham baru itu diserap oleh investor perorangan bernama Gene Richard.
Stefanus Ivanly selaku VP Sekretaris Perusahaan DGNS menjelaskan, pelaksanaan aksi korporasi ini merujuk pada hasil keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 6 April 2026. Pihak yang mengambil bagian atas saham baru tersebut dipastikan bukan adalah pihak terafiliasi perseroan.
โGene Richard bukan adalah pihak terafiliasi Perseroan,โ tulis manajemen dalam laporan hasil pelaksanaan PMTHMETD tersebut.
Melalui aksi ini, jumlah modal ditempatkan dan disetor DGNS meningkat sebesar 2,37%. Total saham beredar perseroan meningkat dari 1.250.000.000 lembar saham menjadi 1.279.651.500 lembar saham.
Secara nilai, modal disetor meningkat dari Rp31,25 miliar menjadi Rp31,99 miliar. Dana segar hasil penempatan terbatas akan digunakan untuk memperkuat ekspansi bisnis dan struktur keuangan perusahaan.
Ringkasnya, manajemen memaparkan, dana hasil PMTHMETD dialokasikan untuk pengembangan usaha perseroan.
Ringkasnya, โPengembangan usaha Perseroan dalam bentuk modal kerja, penambahan outlet, pembelian saham dan/atau aset,โ sebut manajemen.
Ringkasnya, selain itu, DGNS juga berencana menggunakan dana tersebut untuk penyertaan saham pada perusahaan di industri yang relevan. Langkah ini dilakukan guna mendukung pertumbuhan kegiatan usaha grup secara berkelanjutan.
Seluruh saham baru hasil pelaksanaan PMTHMETD tersebut juga telah didaftarkan di Bursa Efek Indonesia. Proses administrasi pencatatan saham dilakukan melalui PT Adimitra Jasa Korpora selaku biro administrasi efek.
Catatan: rights issue berpotensi mengakibatkan dilusi bagi pemegang saham lama yang tidak ikut serta. Perhatikan harga pelaksanaan dan rasio HMETD sebelum memutuskan.

