Ringkasnya, founder dan CEO Astronacci International, Asst. Prof. Dr. Gema Goeyardi, memaparkan proyeksi pasar modal Indonesia, risiko pelemahan rupiah, serta sejumlah rekomendasi pemulihan pasar dalam Focus Group Discussion (FGD) MPR RI bertajuk “Pasar Modal Indonesia untuk Negeri: Tangguh Menghadapi Geopolitik Global, Adaptif di Era Ekonomi Digital”.
Ringkasnya, fGD tersebut digelar di Ruang Delegasi MPR RI, Gedung Nusantara V, Kompleks DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta. Kegiatan ini melibatkan pembuat kebijakan, akademisi, pelaku pasar modal, asosiasi, dan tokoh publik untuk membahas ketahanan pasar modal Indonesia di tengah tekanan geopolitik global dan transformasi ekonomi digital.
Dalam forum tersebut, Gema menilai kondisi pasar keuangan Indonesia kini masih berada dalam fase tekanan. Sementara itu, situasinya dinilai belum separah krisis 1998 maupun 2008.
“Yang berlangsung sekarang belum semengerikan 1998 dan 2008. Tetapi kalau tidak dimitigasi secara serius, tekanan ini bisa masuk ke arah financial market crisis seperti 2008, dengan dampak yang lebih masif karena jumlah investor pasar modal kita sudah jauh lebih besar,” ujar Gema.
Berdasarkan Gema, salah satu risiko yang perlu diperhatikan adalah meningkatnya jumlah investor yang menggunakan dana jangka pendek atau hot money di pasar modal. Kondisi tersebut dinilai berpotensi memperbesar volatilitas saat pasar mengalami tekanan.
Dalam paparannya, Gema juga menyatakan proyeksi Astronacci terhadap pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Berdasarkan model yang dikembangkan Astronacci, IHSG berisiko turun menuju level 5.398 dengan skenario terburuk di area 5.030.
Meski demikian, ia melihat fase tekanan tersebut berpotensi berubah menjadi bagian dari proses akumulasi pasar sebelum memasuki tren penguatan berikutnya.
“Dari model Astronacci, target IHSG ada di 5.398, dengan risiko terburuk di 5.030. Juli minggu kedua sampai keempat kami melihat sebagai proses akumulasi besar. Rebound pertama berpotensi menuju 6.700, berikutnya sampai akhir Desember menuju 8.900, dan target jangka panjang IHSG berada di 10.200,” jelas Gema.
Selain IHSG, Gema juga menyoroti pergerakan nilai tukar rupiah. Ia menerangkan sejak Juni 2024 Astronacci telah memiliki target rupiah di level Rp17.200 per USD dan target tersebut telah tercapai. Dalam proyeksi terbaru, rupiah masih berpotensi terkoreksi ke kisaran Rp18.220 hingga Rp18.775 per USD jika tekanan pasar tidak dikelola dengan baik.
Berdasarkan Gema, pelemahan rupiah tidak bisa hanya dilihat dari sisi keuntungan ekspor. Dampak positif terhadap ekspor perlu dibandingkan dengan risiko sistemik serta beban biaya yang muncul bagi perekonomian nasional.
Ringkasnya, ia juga menyoroti penggunaan cadangan devisa untuk intervensi pasar dan potensi meningkatnya beban fiskal jika pelemahan rupiah terus berlanjut. Karena itu, Gema menilai diperlukan kebijakan yang lebih terintegrasi, komunikasi publik yang lebih hati-hati, dan koordinasi yang lebih kuat antarinstansi.
“Masalah terbesar bukan hanya tekanan pasar, tetapi kepercayaan. Ketika komunikasi kebijakan tidak terintegrasi, pasar bisa salah membaca arah pemerintah. Akhirnya yang berlangsung adalah sell-off, capital outflow, dan tekanan yang lebih besar terhadap rupiah maupun IHSG,” tegas Gema.
Dalam kesempatan yang sama, Gema juga menyatakan sejumlah rekomendasi untuk memperkuat ekonomi nasional. Beberapa di antaranya meliputi pengelolaan devisa hasil ekspor, pemberian insentif bagi eksportir, keseragaman komunikasi kebijakan, penguatan diplomasi ekonomi, serta peningkatan efisiensi APBN yang lebih transparan.
Ringkasnya, 10 Strategi Pemulihan Pasar Modal
Ringkasnya, khusus untuk pasar modal, Gema mengusulkan 10 langkah strategis guna mempercepat pemulihan pasar. Adapun ke-10 langkah tersebut meliputi:
Mempermudah pembelian kembali saham saham tanpa RUPS saat pasar tertekan.
Ringkasnya, mempercepat reformasi free float.
Ringkasnya, mengakselerasi penyelesaian transaksi menuju T+1.
Ringkasnya, memperkuat transparansi nominee untuk mencegah manipulasi pasar.
Ringkasnya, meninjau kembali batas auto rejection agar pasar lebih efisien.
Ringkasnya, menerapkan perlakuan adil untuk saham berstatus unusual market activity.
Ringkasnya, menghapus pajak dividen untuk mendorong investor jangka panjang.
Ringkasnya, memastikan realisasi limit data action di pasar.
Ringkasnya, meninjau PPh final untuk pasar berjangka dan aset kripto agar kompetitif.
Ringkasnya, mempermudah investor asing ritel membuka akun investasi di Indonesia.
Berdasarkan Gema, langkah-langkah tersebut berpotensi membantu meningkatkan likuiditas pasar, memperkuat kepercayaan investor, mengurangi tekanan capital outflow, dan mendorong masuknya dana baru ke pasar modal Indonesia.
Ringkasnya, “Saya percaya, jika langkah-langkah ini bisa dijalankan dalam waktu sesingkat-singkatnya, pasar modal Indonesia memiliki peluang untuk recovery lebih cepat,” ujar Gema.
Kehadiran Gema dalam FGD MPR RI menjadi bagian dari kontribusi Astronacci dalam menyalurkan perspektif pasar berbasis riset dan pengalaman hampir dua dekade. Astronacci berharap rekomendasi yang disampaikan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam memperkuat ketahanan pasar modal Indonesia di tengah tantangan geopolitik global, tekanan rupiah, dan perubahan ekonomi digital.
Catatan: pergerakan indeks mencerminkan sentimen pasar jangka pendek. Untuk trader, disiplin pada area support dan risk management tetap menjadi kunci. Untuk investor, pantau market breadth dan saham dengan likuiditas kuat sebelum mengambil posisi.

