Patrick Rudolf Dannacher, salah seorang Direktur PT ITSEC Asia Tbk (CYBR), menambah kepemilikan atau investasi dengan mengakumulasi sebanyak 7.786,000 lembar saham emiten layanan keamanan siber tersebut melalui BEI pada tanggal 29 dan 30 Juni 2026, serta 1 dan 2 Juli 2026. Pembelian saham CBYBR dilakukan Patrick dalam 20 kali transaksi.
Ringkasnya, seperti dikutip dalam laporan perubahan kepemilikan saham yang disampaikan Manajemen ke BEI, Senin 6 Juli 2026, pembelian saham CYBR tersebut dilakukan Patrick Rudolf untuk tujuan menambah investasi langsung di Perusahaan layanan keamanan siber tersebut.
Pembelian saham CYBR pada kisaran harga Rp605-Rp640 per lembar. Setelah pembelian tersebut, kepmilikan Patrick Rudolf Dannacher atas saham CYBR naik ke 41.092.700 lembar atau setara 0,304%, dari sebelum itu 33.306.700 unit atau setara 0,246%.
Ringkasnya, โDengan ini, saya melaporkan telah memiliki saham perusahan terbuka dengan rincian sebagai berikut,โ tulis Patrick dalam laporan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Senin 6 Juli 2026. Perubahan kepemilikan ini merujuk Pasal Pasal 3 Ayat 3 Peraturan OJK Nomor 4/2024.
Pada perdagangan di BEI, Jumat 3 Juli 2026, saham CYBR tercatat stagnan di level Rp600 per unit. Selama periode sepekan, saham CYBR mengalami pelemahan 1,63%, Jika dibandingkan antara harga 8 Juni 2026 senilai Rp535 per unit terhadap penutupan kemarin, maka saham emiten di bidang jasa layanan keamanan siber tersebut telah meningkat senilai 12,14%.
Ringkasnya, pT ITSEC Asia Tbk (CYBR) didirikan pada tahun 2010 di Jakarta, dengan dua kantor regional di Singapura dan Australia. Perusahaan ini menawarkan layanan keamanan siber kepada para klien di 13 negara Asia-Pasifik. Perusahaan ini menyediakan solusi keamanan informasi di berbagai industri, seperti industri keuangan, telekomunikasi, energi, transportasi, manufaktur, dan industri utama lainnya.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

