Kartika Hendrawan, salah seorang Direktur PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (KEUNTUNGAN), menambah porsi kepemilikan dengan mengakumulasi sebanyak 200.000 unit saham emiten pertambangan mineral dan energim tersebut pada tanggal 8 Juli 2026.
Transaksi saham KEUNTUNGAN dilakukan pada harga Rp620 per lembar bernilai Rp124 juta. Kartika Hendarawan membeli saham KEUNTUNGAN di atas harga pasar, atau lebih mahal Rp20 per lembar. Pasalnya, pada perdagangan, Rabu 8 Juli 2026, saham KEUNTUNGAN ditutup di level Rp600 per unit.
Berdasarkan laporan perubahan kepemilikan saham yang disampaikan ke BEI, Kamis 9 Juli 2026, tujuan Kartika Hendrawan membeli saham KEUNTUNGAN adalah menambah porsi kepemilikan atau investasi dengan status kepemilikan saham langsung.
Ringkasnya, “Dengan ini saya melaporkan bahwa saya telah memiliki saham Perusahaan Terbuka dengan rincian sebagai berikut. Pelaporan ini sesuai dengan Pasal Pasal 2 Ayat 2 Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor POJK 4/2024,” tulis Kartika dalam keterangannya.
Setelah pembelian tersebut, kepemilikan saham Kartika Hendrawan atas KEUNTUNGAN meningkat menjadi 3.346.000 unit atau 0,0029%, dari sebelum itu sebesar 3.146.000 unit atau 0,0027%.
Dari sisi keuangan, KEUNTUNGAN memiliki kinerja keuangan yang solid pada Januari-Maret 2026, Emiten tambang mineral ini membukukan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk menyentuh US$5,689 juta pada kuartal I 2026, melejit 234% jika dibandingkan US$1,706 juta pada kuartal I 2025. Reli laba ini didukung oleh pendapatan yang melonjak 73,57% menjadi US371,33 juta pada Januari-Maret 2026, dari US$213,93 juta pada Januari-Maret 2025.
Di Bursa Efek Indonesia (BEI), saham KEUNTUNGAN tercatat NAIK 2,50% menjadi Rp615 per unit pada perdagangan, Kamis, 9 Juli 2026 dibandingkan penutupan sehari sebelum itu di posisi Rp600 per unit. Selama periode sepekan, harga saham KEUNTUNGAN telah turun 2,43.Jika dibandingkan antara harga 9 Juni 2026 sebesar Rp775 per unit terhadap penutupan Rabu kemarin, maka saham emiten pertambangan mineral tersebut telah mersosot sebesar 22,58%.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

