PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menyiapkan dana hingga Rp500 miliar untuk menjalankan pembelian kembali saham saham. Direktur Utama BRI Hery Gunadi menuturkan, langkah ini diambil sebagai bagian dari respons korporasi terhadap perkembangan pasar.
Dia pun menekankan fundamental BRI masih solid, meski ada tantangan dari luar. Aksi korporasi ini juga langkah strategis untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa saham BRI masih undervalue dan memiliki fundamental yang baik. "Ini masih berlanjut, sementara itu saat bursa membaik tentu investor akan balik kembali.
Adapun pembelian kembali saham yang kami lakukan karena kami memiliki ruang dan keseriusan kami bahwa harga saham baik-baik saja. Ini juga menunjukan kepada masyarakat dan pemegang saham, saham kami baik meski undervalue tapi bukan karena fundamental," jelas Hery Gunardi dalam Squawk Box CNBC Indonesia Jumat (03/07/2026).
Selain pembelian kembali saham, BRI juga memiliki startegi untuk menyalurkan nilai tambah bagi investor, pemerintah, dan juga masyarakat. Hery memastikan bahwa BRI sangat kuat di UMKM, tapi management baru terus mencari mesin pertumbuhan lain, atau diversifikasi. "Kami terus perkuat BRI, bukan cuma di rural area, sementara itu masuk ke urban karena kami memiliki kekuatan itu untuk menambah bisnis yang lebih baik.
Ringkasnya, salah satunya dengan konsumer banking, seperti KPR, multiguna, dan BRI Finance yang belum memiliki banyak atensi yang sedang terus kami kembangkan. Selain itu, tentu saja kami tingkatkan emas yang memang sedang meningkat," jelas Hery.
Apa yang BRI berikan, yakni menyalurkan fasilitas Pegadaian sebagai anak usaha untuk memilih cabang potensial untuk menjalankan bisnis di cabang tersebut. Selain itu dengan BRImo menyalurkan akses yang lebih luas untuk gadai emas, cicil emas, semua terkait emas, untuk menambah revenue BRI ke depan. "Jumlah nasabah kami tidak kalah, 120 juta dan nasabah kaya juga banyak, sementara itu kurang diurus.
Ke depan akan diurus agar privat banking juga di BRI, kami menyiapkan produk dan sistemnya, yang ke depan akan mendukung bottom line kita," pungkas Hery. Untuk diketahui, BRI memiliki sistem, jaringan kantor cabang hingga layanan BRIlink yang tersebar hingga pelosok Indonesia yang didukung SDM yang mumpuni dalam menggerakkan ekonomi termasuk melalui penyaluran KUR hingga bantuan sosial.
BRI juga memastikan terjaganya pertumbuhan bisnis dan kualitas kredit saat suku bunga BI Rate meningkat ke 5,75%, mengingat penyaluran kredit BRI di program pemerintah seperti KUR memiliki fix rate.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

