Kinerja keuangan PT Asia Pacific Investama Tbk (MYTX) cenderung membaik pada enam bulan pertama 2026. Emiten tekstil tersebut berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp60,11 miliar pada semester I 2026. Padahal, di periode serupa tahun sebelum itu, perseroan masih membukukan rugi bersih sebesar Rp15,34 miliar.
Pencapaian laba tersebut, menurut laporan keuangan per Juni 2026 yang dipublikasikan BEI, Jumat 17 Juli 2026, antara lain didukung oleh penjualan bersih yang menyentuh Rp508,21 miliar pada semester I 2026, naik 3,6% dari Rp490,55 miliar pada periode sama tahun 2025.
Seiring penjuaan, beban pokok penjualan juga naik lebih tinggi dari penjualan yakni 5,05% menjadi Rp510,19 miliar dari Rp485,62 miliar pada semester I 2025. Ini menyebabkan MYTX membukukan rugi kotor Rp1,98 miliar. Pada periode sebelum itu, MYTX laba kotor Rp4,93 miliar.
Di sisi operasional, beban penjualan tercatat Rp6,31 miliar, meningkat dibanding periode sebelum itu Rp5,88 miliar. Sementara beban umum dan administrasi melemah ke Rp6,73 miliar dari Rp7,70 miliar.
Perseroan berhasil membukukan keuntungan selisih kurs sebesar Rp99,92 miliar pada semester I 2026. Angka ini melejit 1.132% dibanding periode sama tahun sebelum itu hanya sebesar Rp8,11 miliar. Dengan dukungan keuntungan selisih kurs tersebut, laba usaha perseroan meroket 615,57% menjadi Rp87,01 miliar dari Rp12,16 miliar pada periode sebelum itu.
Perseroan masih menanggung biaya keuangan sebesar Rp26,90 miliar, sedikit lebih rendah dibanding Rp27,50 miliar pada periode sebelum itu. Setelah memperhitungkan seluruh komponen pendapatan dan beban, perseroan membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp60,11 miliar. Pada periode sebelum itu, perseroan membukukan rugi sebelum pajak Rp15,34 miliar.
Dari sisi neraca keuangan, MYTX memiliki total asset sebesar Rp3,30 triliun per 30 Juni 2026, naik dari Rp3,34 triliun per 31 Desember 2025. Perseroan masih mengalami defisiensi modal atau ekuitas negatif sebesar Rp-546,95 miliar per Juni 2026, menyusut dari Rp-581,86 miliar per Desember 2025. Adapun jumlah liabilitas Perseroan sebesar Rp4,05 triliun
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

