PT Arkora Hydro Tbk (ARKO) mengumumkan dua anak usahanya, PT Arkora Ekon Indonesia dan PT Nosu Hydro menandatangani perjanjian konstruksi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Pongbembe berkapasitas 20 Megawatt (MW) bernilai Rp287,98 miliar.
Perjanjian tersebut ditandatangani pada 7 September 2026, di mana Aekon dan Nosu adalah sesama anak perusahaan terkendali ARKO.
Manajemen mengungkap, transaksi antarentitas ini mempermudah komunikasi dan konsolidasi, menjaga kerahasiaan strategi bisnis, serta meningkatkan efisiensi dan efektivitas operasional.
"Nosu dan Aekon akan lebih mudah dalam menjalankan komunikasi dan konsolidasi kepentingan karena masih dalam satu grup perusahaan," tulis manajemen ARKO dalam keterbukaan informasi BEI, Rabu (9/9/2026).
Direktur Utama Arkora Hydro Aldo Artoko sebelum itu menuturkan, PLTA Pongbembe ditargetkan dapat beroperasi secara komersial dalam waktu 4-5 tahun setelah konstruksi dimulai.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

