PT Bank Raya Indonesia Tbk. (AGRO) melaporkan perkembangan pelaksanaan program pembelian kembali saham (pembelian kembali saham) kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Hingga Juni 2026, perseroan telah merealisasikan pembelian kembali saham sebanyak hampir 75 juta saham dari dua periode pelaksanaan pembelian kembali saham.
Dalam keterbukaan informasi tertanggal 15 Juli 2026, Bank Raya merincikan realisasi pembelian kembali saham tahun 2024 telah menyentuh 64.161.100 saham dengan harga rata-rata Rp217 per saham. Bank digital anak usaha BRI itu juga menyatakan hingga kini belum menjalankan pengalihan kembali atas saham hasil pembelian kembali saham tersebut.
Sementara itu, untuk periode pembelian kembali saham 2025, realisasi pembelian kembali saham telah menyentuh 10.818.300 unit AGRO dengan harga rata-rata Rp190 per saham. Sama seperti periode sebelum itu, belum terdapat pengalihan kembali saham hasil pembelian kembali saham tersebut.
Dengan demikian, secara kumulatif Bank Raya telah membeli kembali 74.979.400 unit saham melalui program pembelian kembali saham yang berlangsung dalam dua periode. Manajemen Bank Raya menjelaskan, saham hasil pembelian kembali saham tersebut pada prinsipnya akan dialihkan dalam rangka Program Kepemilikan Saham Pekerja alias Employee Stock Ownership Program (ESOP) dan/atau program kepemilikan saham bagi direksi serta dewan komisaris.
Pengalihan juga dapat dilakukan melalui program lain sesuai persetujuan OJK dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Adapun pembelian kembali saham periode 2024 telah diselesaikan pada 25 Juni 2025, sementara pembelian kembali saham periode 2025 dijadwalkan berlangsung hingga 25 Juni 2026 sesuai ketentuan POJK Nomor 29 Tahun 2023 tentang Pembelian Kembali Saham oleh Perusahaan Terbuka.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

