Prospek PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) dinilai masih menarik seiring berlanjutnya ekspansi kapasitas pembangkit, potensi reformasi tarif listrik panas bumi, serta peluang pertumbuhan anorganik melalui akuisisi aset panas bumi.
Sejumlah katalis tersebut diestimasi berpotensi menopang pertumbuhan kinerja perseroan dalam beberapa tahun ke depan.
Dalam riset terbaru BRI Danareksa Sekuritas, Kamis (16/7/2026), perusahaan sekuritas itu mempertahankan rekomendasi akumulasi untuk saham PGEO secara bersamaan menaikkan target harga menjadi Rp1.300 per saham dari sebelum itu Rp1.250.
Ringkasnya, kenaikan target harga tersebut didasarkan pada pembaruan valuasi menggunakan metode discounted cash flow (DCF).
Dari sisi operasional, kinerja PGEO hingga lima bulan pertama 2026 menunjukkan tren yang solid. Produksi listrik menyentuh 2.284 gigawatt-jam (GWh) atau meningkat 14,5 persen secara tahunan.
Catatan: aksi korporasi semacam ini perlu dilihat dampaknya terhadap laporan keuangan berikutnya โ apakah menambah kontribusi pendapatan, atau justru menambah beban utang dan bunga.

